Peristiwa

Korban Gempa Mentawai Mengungsi Butuh Makanan Cepat Saji

2
×

Korban Gempa Mentawai Mengungsi Butuh Makanan Cepat Saji

Sebarkan artikel ini

Iwosumbar.com, Padang – Bumi di Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat hari ini diguncang gempa dengan berkekuatan di atas 5 magnitudo (M), Senin 28 Agustus 2002.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), rentetan gempa tersebut dimulai pada pukul 00.04 WIB dengan kekuatan 5,2 magnitudo. Lalu pukul 05.34 WIB dengan kekuatan 5,9 magnitudo, dan terakhir pada pukul 10.29 WIB dengan kekuatan 6,4 magnitudo.

Guncangan gempa dengan kedalaman 10-14 kilometer tersebut dirasakan cukup kuat sekitar 3-5 detik oleh masyarakat Kepulauan Mentawai.

Selain itu, getaran gempa dirasakan kuat sampai Siberut Utara (V-VI MMI), Tuapejat, Painan (III-IV MMI), Kota Padang, Padang Panjang, Bukittinggi, Solok, dan Solok Selatan (II-III MMI).

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam siaran persnya menyampaikan gempa tidak berpotensi tsunami.

“Tidak berpotensi Tsunami, namun warga Desa Simalegi, Kecamatan Siberut Barat sempat evakuasi secara mandiri ke daratan tinggi usai gempa,” ujarnya.

Pascagempa, personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Mentawai turun langsung ke lapangan untuk monitoring, asesmen lapangan, dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.

Selanjutnya dikatakan apabila ada perkembangan informasi di lapangan maka akan diperbarui secara berkala.

Berdasarkan hasil asesmen awal BPBD Kepulauan Mentawai, dilaporkan adanya kerusakan ringan bangunan di Pulau Siberut berupa retakan di dinding gedung dan beberapa bagian langit-langit.

Baca Juga  Dosen STIPER Bergabung di UNP Ikuti Workshop Proposal Penelitian

Selain itu hingga berita ini dinaikan belum ada laporan terkait adanya korban jiwa, Hanya beberapa bangunan dikabarkan mengalami rusak.

Kendati kondisi atau situasi saat ini aman dan terkendali, untuk sementara dilaporkan berdampak terhadap sejumlah fasilitas umum, di antaranya 1 unit SMPN 3 Simalegi, 1 unit Puskesmas Betaet, dan satu unit Rumah Ibadah (gereja) yang mengalami kerusakan ringan.

Saat ini ratusan Warga Mengungsi ketempat aman.
Dilaporkan sebanyak 494 kepala keluarga (KK) di Desa Simalegi, Kecamatan Siberut Barat, Kabupaten Kepulauan Mentawai terpaksa mengungsi di titik aman atau daerah ketinggian.

Dikutip data dari Pusdalops PB BPBD Sumatera Barat, 494 KK itu terbagi di tujuh dusun di Desa Simalegi. Dengan rincian, Dusun Saboilogkat total 68 jiwa (18 KK), yakni laki-laki 34 jiwa dan perempuan 34 jiwa, Dusun Sute’uleu sebanyak 189 jiwa (42 KK), yakni laki-laki 101 jiwa dan perempuan 88 jiwa, serta Dusun Muara Selatan sebanyak 257 jiwa (57 KK), yakni laki-laki 137 jiwa dan perempuan 120 jiwa,.

Lalu, Dusun Muara Utara total 269 jiwa (63 KK), yakni laki-laki 131 jiwa dan perempuan 138 jiwa, Dusun Betaet Utara total 528 jiwa (102 KK), yakni laki-laki 315 jiwa dan perempuan 213 jiwa, Dusun Betaet Selatan sebanyak 704 jiwa (144 KK), yakni laki-laki 313 jiwa dan perempuan 391 jiwa, serta Dusun Sakaladhat total 311 jiwa (68 KK), yakni laki-laki 157 jiwa dan perempuan 154 jiwa.

Baca Juga  Sumbar Targetkan Jadi Pilot Project Perkampungan Zakat

Ratusan KK itu untuk sementara terpaksa mengungsi di posko pengungsian yang dibangun NGO, di rumah pendudukan dan kebun masyarakat yang berada di ketinggian.

Dilaporkan juga warga pengungsi membutuhkan bantuan berupa alat penerangan, tenda, tikar, selimut, dan bahan makanan siap saji.

“Kita sudah berkoordinasi dengan pihak BPBD Kepulauan Mentawai, kondisi saat ini aman dan terkendali. Kita terus memantau perkembangannya,” kata Kalaksa BPBD Sumbar, Jumaidi saat dihubungi.

Jumaidi juga mengimbau, agar masyarakat Kepulauan Mentawai dan sekitarnya tetap waspada atau siaga dengan segala kemungkinan.

Misalnya memperhatikan penempatkan barang di dalam rumah agar tidak menghalangi ketika evakuasi keluar rumah, atau evakuasi mandiri ke tempat aman jika terjadi gempa yang berisiko mengancam nyawa.

Kepada seluruh masyarakat Sumbar, terutama bagi yang bermukim di kawasan pantai serta perbukitan juga diingatkan agar tetap siaga terhadap bencana banjir dan longsor.

Apalagi, cuaca di sejumlah daerah Sumbar akhir-akhir ini sering diguyur hujan, baik intensitas ringan, sedang, maunpun lebat. (**)