Iwosumbar.com, Padang – Dewan Pimpinan Pusat Induk Keluarga Minangkabau (DPP IKM) didirikan agar adat istiadat Ranah Minang di rantau orang selalu terjaga dengan baik.
“IKM juga ingin menjadi pelopor perdamaian dan persatuan Indonesia, bagi masyarakat Minangkabau khususnya”,. Demikian disampaikan oleh Sekretaris Jenderal IKM Bundo Yemelia saat Konferensi Pers yang digelar pada Rabu, 15 Juni 2022 di Jakarta.
Bundo Yemelia mengatakan, IKM saat ini berada di bawah kepemimpinan baru Komjen. Pol. Dr. Boy Rafli Amar, M.H. yang bergelar Datuak Rangkayo Basa, sebagai Ketua Umum. Program utama yang dijalankan adalah untuk menjaga persatuan Indonesia dengan merangkul dan bersinergi dengan masyarakat IKM.
“Tiga bulan ke depan nanti kita akan tahu bagaimana warna dan tujuan dari kepemimpinan Pak Boy Rafli terkait fungsi dan keberadaan dari IKM,” kata Bundo Yemelia.
Lebih lanjut Bundo Yemelia mengatakan bahwa Minangkabau itu bersatu, meskipun orang Minang punya organisasi di setiap daerahnya, tujuannya tetap sama yaitu untuk bersatu.
“Program kerja yang dijalankan IKM sama dengan motonya, ‘Bersatu, Mandiri, Sejahtera’, dan itu akan bisa kita wujudkan jika kita bersatu,” kata Bundo Yemelia.
Bundo Yemelia mengajak masyarakat IKM untuk tetap melestarikan budaya Minangkabau walaupun tinggal di rantau, dengan menjadikan IKM pengasuh kepada pemuda-pemudi di perantauan. Saat ini DPP IKM memegang lisensi hukum Induk Keluarga Minangkabau dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Republik Indonesia. (MF)





