EkonomiNasional

Kelancaran Transportasi Jadi Penopang Bangkitnya Ekonomi

4
×

Kelancaran Transportasi Jadi Penopang Bangkitnya Ekonomi

Sebarkan artikel ini

IWOSUMBAR.COM, Jakarta – Kementerian Perhubungan terus berupaya melancarkan transportasi untuk logistik, karena dapat menjadi penopang bangkitnya perekonomian Indonesia yang tengah terpuruk akibat pandemi.

Hal tersebut disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi hari ini Senin, (7/6) saat menjadi pembicara dalam Webinar bertema “Transportasi Untuk Kelancaran Logistik dan Kemajuan Ekonomi di Masa Pandemi”.

Kemenhub menyelenggarakan acara ini sebagai bagian dari Kampanye Kolaboratif “Konektivitas Logistik Pacu Ekonomi”.

“Transportasi logistik adalah darah dari semua kegiatan dari kegiatan dan menjadi lokomotif serta penopang sektor lain untuk bergerak. Untuk itu kami berupaya memastikan pelayanan transportasi logistik terus berjalan untuk menopang ketahanan energi, pangan dan kegiatan di berbagai sektor lainnya sehingga ekonomi menjadi bangkit dan mencapai kondisi yang lebih baik,” ucap Menhub.

Dikatakan, sebagaimana arahan Presiden bahwa dalam menghadapi pandemi, pemerintah di satu sisi berupaya menangani pencegahan penyebaran virus Covid-19. Namun di sisi lain, pemerintah juga berupaya membangkitkan perekonomian, dengan menerbitkan sejumlah regulasi dalam upaya mempercepat pemulihan ekonomi di berbagai sektor.

Baca Juga  Road Show Jodhi Yudono Menghibur Anak-anak di Bogor

“Untuk itu, Kemenhub akan terus melakukan pembangunan infrastruktur di tengah pandemi agar pasokan distribusi logistik untuk melayani masyarakat dapat dilakukan lebih efektif dan efisien,” tutur Menhub.

Webinar turut hadir menjadi pembicara, Staf Khusus Menhub Bidang Komunikasi dan Bidang Komunikasi dan SDM Adita Irawati, Ketua Dewan Pakar Asosiasi Logistik Indonesia Nofrisel, dan pelaku usaha yang juga selebriti Indra Bekti.

Adita Irawati menjelaskan, Indonesia sebagai Negara Kepulauan tentunya membutuhkan konektivitas yang baik untuk melancarakan pergerakan manusia maupun distribusi logistik ke seluruh wilayah sampai ke daerah terpencil, terluar, tertinggal dan perbatasan (3TP).

“Untuk itu dibutuhkan kolaborasi dan integerasi tidak hanya secara fisik infrastrukturnya, tetapi juga integrasi teknologi dengan melakukan digitalisasi sistem baik perizinan maupun pelayanan lainnya”, ujarnya.

Sementara itu, Nofrisel mengatakan, transportasi menjadi faktor terbesar dalam menekan biaya logistik di Indonesia, yang mencapai hampir mencapai 40% dari total biaya, dibandingkan dengan faktor lainnya seperti: pergudangan, ekspor-impor, pengemasan dan sebagainya.

Baca Juga  Wapres Ma’ruf Amin Sah Resmikan MHF di UNP

Sedangkan, Indra Bekti menuturkan, peran transportasi sangat penting bagi para pelaku usaha untuk melancarakan pengiriman barang/logistik.

Ia berharap biaya transportasi dapat terus ditekan sehingga di satu sisi konsumen mendapatkan harga barang yang terjangkau dan di sisi lain para pelaku usaha juga bisa tetap mendapatkan keuntungan tanpa harus menaikan harga barang yang terlalu tinggi untuk menutupi biaya transportasi.

Pada kampanye ini, seluruh insan transportasi diajak untuk ikut menyebarluaskan pesan-pesan positif terkait ini dengan menggunakan twibbon pada profile picture akun aplikasi pesan singkat pribadi masing-masing dan penggunaan logo “Konektivitas Logistik Pacu Ekonomi” pada setiap kegiatan di wilayah kerja masing-masing, mulai hari ini sampai dengan 31 Agustus 2021 mendatang. (MM/RDL/LA/JD)