IWOSUMBAR.COM, Padang- Permasalahan mendasar pembangunan Sumatera Barat saat ini adalah mulai tergerusnya identitas Minangkabau di kalangan perantau dan generasi muda.
Jumlah Perantau Minang di negeri rantau diperkirakan sangat signifikan ada sekitar 15 juta orang. Bahkan mereka saat ini sudah masuk pada generasi ketiga dan keempat.
Generasi ketiga dan keempat saat ini akrab dengan dunia digital. Namun, banyak yang tidak memahami nilai-nilai identitas budaya dan adat Minang. Butuh penanaman nilai-nilai identitas itu kembali
Permasalahan lainnya terkait pembangunan infrastruktur maupun dalam indek Pembangunan Manusia (IPM) masyarakat Sumbar yang jauh makin tertinggal dibandingkan daerah lain.
Hal itu mengungkap dalam pertemuan Halal Bi Halal Masyarakat Minang Bersatu di Bandung Minggu (29/5). Dihadiri ratusan perantau Minang dari berbagai elemen, baik anggota DPD – DPRI, maupun kalangan pengusaha.
Untuk itu Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sumatera Barat, Medi Iswandi meminta Perantau Minang yang berada di perantauan, agar ikut berperan terlibat dalam menyelesaikan berbagai masalah tersebut.
Dia mencontohkan generasi perantau seperti, Atta Halilintar, Nagita Slavina dan lainya, youtuber dengan jutaan pengikut, Mereka ini menurut Medi, potensi yang harus dirangkul dengan penanaman nilai-nilai bangga memiliki identitas sebagai Orang Minang.
Untuk peningkatan IPM. kendala utamanya menurut Medi, karena banyak uang pemerintah hanya untuk membiayai kegiatan yang merubah prilaku masyarakat, dibandingkan untuk pembangunan. Kondisi ini terjadi karena, ketika anak keluar dari rumah, orang tuanya banyak yang menganggap sudah menjadi tanggung jawab pemerintah saja.
“Tidak hanya pembangunan IPM, juga masalah pertumbuhan ekonomi dan masalah investasi yang sulit masuk ke Sumbar. Kondisi ini terjadi karena terkait masalah lahan yang berstatus tanah ulasan, ” ujarnya.
Termasuk juga masalah infrastruktur penunjang investasi dan perdagangan. Seperti masalah di Pelabuhan Teluk Bayur. Kondisi saat ini, kapal-kapal yang masuk butuh waktu empat hari menunggu antri untuk bersandar sehingga berdampak Teluk Bayur tidak menarik untuk disinggahi.
“Untuk mengatasinhya butuh perluasan dermaga Teluk Bayur. Tentu butuh dukungan Perantau Minang yang saat ini ada di DPR dan pemerintah pusat,” pungkasnya.
Belum lagi masalah pembangunan jalan tol Padang- Pekanbaru yang terhenti sampai di Lubuk Alung. Hal ini terjadi karena terkendala pembebasan lahan yang belum tuntas.
“Proses pembebasam lahannya cukup lama. Pembebasan lahan baru selesai 61 persen hanya baru sampai Sicincin,” keluhnya.
Menanggapi keluhan Medi tersebut, Ketua Ikatan Keluarga Minang (IKM) Provinsi Jabar, Jhoni Martiyus Sutan Sarialam mengatakan, untuk mengumpulkan Orang Minang mudah, tapi untuk menyatukan susah.
Ada 1,3 juta orang Minang memiliki KTP Jabar. Ada 362 perkumpulan Orang Minang tingkat kenagarian di Jabar. Selain itu juga ada tiga organisasi besar Perantau Minang di sini. Mereka berkontribusi besar membangun daerah ini dan sangat mewarnai apapun kehidupan masyarakatnya.
Baik itu politik, ekonomi sosial dan budaya. Dengan potensi ini, Jhoni mengajak masyarakat Minang di Jabar juga ikut terlibat membangun sumbar dari perantauan.
Ketua Perhimpuanan Keluarga Minang (PKM) Provinsi Jabar, Mukadis Nasir Paduko Rajo mengatakan, butuh langkah konkrit untuk berbuat membangun Sumbar ke depan. Apa aksi dan langkahnya harus jelas.
Tokoh Minang di Jabar, Herman Muchtar mengatakan, dirinya akan mencatat apapun pesan Gubernur Sumbar maupun Pemprov Sumbar yang disampaikan hari ini.
Ketua DPD RI, Alirmansori mengatakan, untuk menjadikan masyarakat Minang bersatu sudah menjadi impian bersama. Tapi kodrat yang tidak bisa dipungkiri adalah kemajemukan. Bangsa yang lahir dari kemajemukan.
Orang Minang banyak yang hebat dan kaya-kaya. Tetapi kenapa tidak mau berinvestasi di Sumbar? “Tentu ini ada masalah yang harus diselesaikan. Perlu membangun sinergisitas dan tanggungjawab kolektif bersama menyelesaikan masalah ini,” kata Alirman Sori .
Sedangkan Anggota Komisi 8 DPR RI, John Kenedy Azis mempersilahkan Pemprov Sumbar dan Perantau Minang menyampaikan masukan kepada dirinya sebagai Anggota DPR dari Sumbar. Dirinya siap memperjuangkan masukan dan aspirasi untuk ditindaklanjuti kepada mitra pemerintah. (s-Adpim)





