IWOSUMBAR.COM, PADANG –Peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Unversitas Negeri Padang (UNP) mendapat layanan transportasi antar ke lokasi ujian khususnya bagi peserta yang berpotensi terlambat dan tidak dan atau lupa lokasi ujian.
Pihak UNP telah menyiapkan kendaraan untuk disiagakan diantaranya, 1 unit buggy car, 1 unit mobil pick-up, dan 11 buah sepeda motor yang diberi label panitia UTBK. Pengoperasian kendaraan tersebut telah berlangsung sejak hari pelaksanaan ujian.
Saat lokasi UTBK di Launching Rektor Prof. Ganefri, Ph.D menyampaikan, sebagai Perguruan Tinggi yang banyak diminati peserta, UNP telah memperkuat bandwich internet, juga menyediakan sarana prasarana penunjang yang terbaik, termasuk layanan transportasi ke lokasi ujian dengan mobil dan sepeda motor, khususnya bagi yang membutuhkan.
Koordinator Pelaksana Lapangan UTBK UNP Dr. Asrul Huda, M.Kom mengatakan, sejak tahun lalu UNP memberikan layanan antar ke lokasi, karena belajar dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya banyak peserta yang terlambat karena ragu terhadap lokasi, karna tidak punya motor atau terkendala macet di jalanan.
“UNP berinisiatif memberikan layanan gratis ke lokasi ujian baik sesi pagi maupun sesi siang” Kata Dosen FT UNP yang juga Ketua UPT. Penerbitan dan Percetakan ini.
Prof. Dr. Urip Purnomo Tim Monev LTMPT ketika berkunjung ke UNP Jumat/ 20 Mei 2021 memberikan apresiasi kepada Panitia UTBK, “Saya salut kok jadi kepikiran bagi Panitia UNP, bahwa layanan ini sangat bermanfaat, dan ini pantas ditiru panitia UTBK lainnya”, ujarnya.
Sementara, Dilla salah seorang peserta UTBK di Lab. PPG yang mendapat layanan transportasi sangat berterima kasih kepada panitia UTBK.
“Terimakasih pada panitia UTBK UNP dan merasa puas atas layanan ini “, Katanya.
Senada dengan Lutfi peserta UTBK lainya di Lab. FMIPA yang mengaku seandainya tidak ada layanan tersebut mungkin dirinya bingung dan terlambat sampai kelokasi UTBK.
“Kalaulah tidak dapat layanan antar ke lokasi, mungkin saya terlambat, untung panitia respon dan mau mengantarkan saya”, tegas peserta yang mengaku dari Kabupaten Solok ini. (hum)





