Peristiwa

UNP Beduka, Dr. Syafwandi M.Sn, Berpulang, Semoga Husnul Khotiman

7
×

UNP Beduka, Dr. Syafwandi M.Sn, Berpulang, Semoga Husnul Khotiman

Sebarkan artikel ini

IWOSUMBAR.COM, PADANG – Innalilahi wa innalilahi Rojiun,. Berita duka Dr. Syafwandi M.Sn tenaga pendidik dan Dosen senior dari  Universitas Negeri Padang (UNP) berpulang ke Rahmattullah menghadap sang khalik.

Kabar wafatnya Dr. Syafwandi pada minggu (15/5/2022) sekitar pukul 5.30 pagi sontak membuat keluarga, kerabat, serta teman dekat almarhum kaget seakan tak percaya kepergian almarhum.

Dr. Syafwandi dikenal sebagai seorang dosen, guru yang baik dan rendah hati di lingkungan tempat tinggal, Parupuk Tabing RT 02, RW 08. Begitu dilingkungan Universitas Negeri Padang.

“Almarhum, selama hidup sangat baik, telah kami anggap sebagai orang tua, bapak, abang, dan keluarga kami, suka menolong baik dari nasihat maupun materi, ” ujar Ketua RT Hendri Purnama saat acara pelepasan jenazah.

“Kematian pasti akan menjemput, Apabila manusia meninggal dunia maka terputuslah sudah segala amalnya kecuali tiga hal, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak yang selalu mendoakan.” Demikian disampaikan ustadz mesjid memberikan tausiyah sebelum pelepasan.

Satu yang akan dikenang bagi yang masih hidup, adalah ilmu yang telah diberikan almarhum selama menjadi pengajar atau dosen yaitu, telah melahirkan sarjana sarjana yang berguna bagi bangsa, begitu seterusnya hingga turun ke generasi selanjutnya.

Dikesempan pelepasan itu juga Warek lll, juga Dekan FBS UNP Harmanto mewakili universitas menyampaikan ucapan belasungkawa, “Kami dan segenap civitas akademika UNP turut Berduka Cita atas kepergian almarhum, beliau salah satu dari pendidik senior terbaik,” ujarnya didepan ratusan pelayat baik rekan sejawat pendidik maupun mahasiswa yang hadir.

Baca Juga  Bupati Solok Selatan Masuk Nominasi BUKA Award

Selepas di sholat kan selepas asyar di mesjid Ukhuwah dekat rumah, almarhum langsung diberangkatkan ke Kampung halaman nya, yaitu Belubus Payakumbuh untuk dimakamkan.

Sekitar pukul 16.00 WIB tiba di Belubus, jenazah juga disambut ratusan kerabat. Di kampung halaman almarhum dikenal selain sebagai dosen UNP, Dr. Syafwandi M.Sn juga bergelar Datuak yaitu Datuak Pingai.

Rektor UNP Prof Ganefri yang turut hadir dan menyambut kedatangan jenazah di Belubus menyampaikan, ucapan belasungkawa dan mengatakan UNP telah kehilangan tenaga pendidik khususnya di Prodi desain visual komunikasi yang telah banyak memberikan kontribusi kepada UNP.

“Kami yakin almarhum adalah sosok yang baik dan soleh baik di lingkungan kampus maupun di lingkungan rumah tinggal, ” sebut Prof Ganefri.

Prof Ganefri juga mengatakan, almarhum semasa hidupnya telah memberikan contoh baik kepada rekan sesama dosen maupun anak didik, tenaga dan pikiran almarhum dicurahkan pada ilmu pendidikan.

“Almarhum sudah menjadi keluarga dari UNP begitu juga anak anak beliau, Jika ada yang masih terkendala hal terhadap diri almarhum, kami siap untuk menindaklajuti atau menyelesaikan, ” pungkas Prof Ganefri.

Baca Juga  518 orang Kelompok Paham NII Lakukan Cabut Ba'iat

Selanjutnya setelah disholat kan setelah bada, isya dengan penuh haru dari ratusan kerabat yang mengantarkan, Jenazah Dr. Syafwandi dikebumikan di pandan kuburan, tepat dibelakang rumah orang tuanya di Belubus.

Allaahummaghfir lahu warham hu wa’aafi hii wa’fu anhu wa akrim nuzula hu wa wassi’ madkhola hu waghsil hu bilmaai wats-tsalji walbarodi wanaqqi hi minal khothooyaa kamaa yunaqqots tsaubul abyadlu minaddanasi wa abdil hu daaron khoiron min daari hi wa ahlan khoiron min ahli hi wazaujan khoiron min zaoji hi wa adkhil hul jannata wa ‘aidz hu min ‘adzaabil qobri wa fitnati hi wa min ‘adzaabin naar”

“Ya Allah, ampunilah, rahmatilah, bebaskanlah dan lepaskanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah jalan masuknya, cucilah dia dengan air yang jernih lagi sejuk, dan bersihkanlah dia dari segala kesalahan bagaikan baju putih yang bersih dari kotoran, dan gantilan rumahnya dengan rumah yang lebih baik daripada yang ditinggalkannya, dan keluarga yang lebih baik, dari yang ditinggalkan, serta istri yang lebih baik dari yang ditinggalkannya pula. Masukkanlah dia ke dalam surga, dan lindungilah dari siksanya kubur serta fitnah nya, dan dari siksa api neraka.” (**)