IWOSUMBAR.COM, AGAM – Tim Human Initiative (HI) Cabang Bukittinggi berkolaborasi dengan Harian Rakyat Sumbar (HRS), bagikan 30 paket sembako ke Panti Asuhan sekaligus Panti Tresnawerda (lansia) dibawah Yayasan Ikhwanus Safa yang berlokasi di Kenagarian Lasi, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam. Pada Kamis (3/6/2021)
Kepedulian Yayasan Ikhwanus Safa bisa menampung sesama kaum dhuafa menjadi daya tarik sendiri bagi HI dan HRS untuk mengunjungi. Sekaligus memperingati HUT Harian Rakyat Sumbar ke 11.
Pemilik Yayasan Ikhwanus Safa Lasi Mudo Hj.Jusni mengatakan, panti tersebut didirikan sebagai bentuk untuk berbagi dan menyantuni orang yang membutuhkan.
Perempuan berusia 90 tahun yang biasa dipanggil Umi itu menceritakan, awalnya orang tua laki-lakinya dulunya suka membantu serta berbagi dengan anak yatim.
Diketahui kehidupan yatim piatu dan kaum dhuafa tidak seperti layaknya anak-anak yang masih memiliki orang tua atau. Begitu juga mereka yang lanjut usia (lansia) dimasa senjanya justru harus menghabiskan masa tuanya di dalam panti tersebut tanpa didampingi keluarga dan anak tercinta.
Bahkan Yayasan yang telah berdiri sejak tahun 1989 ini ternyata juga mengasuh para penyandang disabilitas.
“Disini, kita menyantuni anak yatim piatu dan dhuafa. Pola asuh yatim piatu di dalam keluarga dan dalam panti.
Khusus di dalam keluarga adalah anak-anak dari Kenagarian Lasi. Anak-anak tersebut dibantu sembako. Khusus santunan dari A sampai Z, kami belum mampu,” sebut Umi didampingi cucunya Zul Elfida yang sekaligus pengelola Yayasan Ikhwanus Safa.
Umi Jusni meski berusia 90 tahun namun tampak masih kuat untuk bercerita, dikatakan nya, anak di dalam panti berasal dari berbagai daerah diantaranya, Dharmasraya, Batam, Payakumbuh dan Palupuah.
Ia menyebutkan, jumlah yang dirawat di dalam panti 21 orang dan paling banyak lansia. Sejauh ini selalu ada bantuan dari donatur berupa sembako kepada lansia.
Sementara, Zul Elfida mengatakan, bantuan dari donatur seperti beras dan sebagainya baik dari provinsi dan sebagainya. Dinas terkait dari Pemkab Agam juga sering datang ke panti. Namun begitu pihaknya masih sangat mengharapkan bantuan dari masyarakat.
Dikatakan, Selama panti berdiri sudah 33 orang lansia yang meninggal dan dikebumikan di panti tersebut.
Para lansia yang dimakamkan disana berasal dari Solo (Jawa Tengah), Medan, Pekanbaru, Payakumbuh, Pariaman, Pasaman, Bukittinggi dan Agam sekitarnya.
“Apabila Lansia meninggal disini, pihak keluarga yang bersangkutan akan dihubungi, jika tidak ada jawaban atau tidak ada tanggapan maka akan kita makamkan pandan kuburan panti’, ujar Zul Elfida.
Sekarang, tinggal satu orang laki-laki dari Bandung dan 4 lansia perempuan dari berbagai daerah, tambah Zul.
Mewakili Tim HRS, Sherly Shaleni, Zul Afkar, Trisna Mutia dan Martha, Trisno Edward, Roni Novendra.
Sementara, pihak HI mewakili Kepala Program HI cabang Bukittinggi Febriadinata bersama dua orang tim Kasman dan Yogi.
Edward mewakili Pimpinan HRS ucapkan terimakasih kepada lembaga sosial HI yang telah ikut memeriahkan Milad Harian Rakyat Sumbar ke 11 tahun dengan saling berbagi.
Sementara, Febriadinata, Kepala Program di Lembaga Sosial HI mengaku kolaborasi dengan HRS merupakan perpanjangan tangan donatur dari Jepang.
“Perantau Minang yang menetap di Jepang ingin berbagi memberikan bantuan untuk warga kampungnya”, pungkas Feri. (***)





