Peristiwa

391 eks NII di Dharmasraya cabut Bai’at, Ucap Sumpah Setia NKRI

1
×

391 eks NII di Dharmasraya cabut Bai’at, Ucap Sumpah Setia NKRI

Sebarkan artikel ini

IWOSUMBAR.COM, PADANG – Sebanyak 391 orang yang tergabung dalam kelompok jaringan NII (Negara Islam Indonesia), hari ini menyatakan dirinya kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berlandaskan Pancasila dan Undang-undang 1945.

Hal itu diungkap kan dan disampaikan saat mencabut bai’at masal dengan melakukan pengucapan sumpah setia kepada NKRI di Auditorium yang digelar kantor Bupati Dharmasraya, Rabu (27/4) sore.

Dalam bai’at masal, turut disaksikan langsung oleh Kadensus 88 AT Polri Irjen Pol Marthinus Hukom, S.Ik, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, Kapolda Sumbar Irjen Pol Teddy Minahasa, Danrem 032 Wirabraja, Kabinda Sumbar, Pejabat Utama Polda Sumbar, Bupati serta Kapolres Dharmasraya serta para tokoh lainnya.

Baca Juga  KI Pusat Dorong KI Sumbar Bentuk KI Kabupaten Kota

Kapolres Dharmasraya AKBP Nurhadiansyah, mengatakan, pasca dilakukannya penangkapan oleh Densus terhadap beberapa warga yang masuk kelompok NII pada tanggal 26 Maret 2022 di Dharmasraya, masyarakat lainnya yang tergabung dalam pengajian mengaku merasa kebingungan.

Selanjutnya, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan seluruh komponen diantaranya Forkopimda, serta dari tim Densus 88 Polri untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat yang tergabung NII tersebut.

“Jumlah warga yang mengikuti bai’at hari ini merupakan hasil penyelidikan Densus 88 Mabes Polri. Alhamdulillah hari ini mereka sepakat dari hati yang paling dalam untuk mencabut bai’at,” ujarnya.

Baca Juga  Pilkada 2024, Bawaslu Payakumbuh Temukan Dugaan Politik Uang

Pemprov dan pemerintah Kabupaten Dharmasraya melakukan langkah-langkah mengajak masyarakat yang belum hadir hari ini untuk segera melakukan cabut bai’at.

“Mengajak saudara kita yang lain untuk segera cabut ba’iat,” katanya .

Dalam prosesi cabut bai’at masal mereka secara bersama sama mengucapkan sumpah setia kepada NKRI, dan menyuarakan “NKRI Harga Mati, Pancasila junjung Tinggi”.