IWOSUMBAR.COM, PADANG – Anggota DPRD Sumbar HM Nurnas bersama politikus Sumbar H. Leonardy Harmainy Dt Bandaro mengkritisi beberapa persoalan terkini baik masalah sembako maupun jalur transportasi di Sumatera Barat.
Sebanyak 1,8 Juta perantau Minang diberitakan akan tiba di Sumatera Barat pada idul fitri 1443 H tahun 2022 ini. Pemerintah Provinsi maupun Daerah diminta mau tak mau harus bersiap untuk melayani kedatangan perantau yang balik mudik ke kampung halamannya.
Namun seperti diketahui persoalan infrastruktur jalur transportasi dari tahun ketahun selalu menjadi horor bagi pemudik maupun pelancong yang ingin pulang maupun bepergian.
Hal ini menjadi perbincangan diskusi hangat Jaringan Pemred Sumbar (JPS) dalam acara buka bersama di Hotel Mercure Padang Sabtu (23/4/2022).
Anggota DPRD Sumbar HM Nurnas menyoroti persoalan jalur transportasi di Sumbar yang selalu menjadi kendala hingga saat ini, Menurutnya
Jalan utama menuju pulang kampung atau destinasi di Sumbar itu ada tiga diantaranya Pesisir Selatan, Solok serta jalan ke Bukittinggi.
“Horor mudik itu ada dari tiga ruas tadi jalur tadi yang hingga kini selalu menjadi kendala dari tahun ke tahun, dan yang harus diperhatikan sekali oleh pemerintah dan pihak terkait adalah jalur Padang – Bukittinggi, ” katanya.
Dia mengatakan ada dirilis soal titik macet di ruas fenomenal Padang-Bukittinggi. Mestinya kata Nurnas, jangan lihat di 12 titik rawan macet namun ada pada sub – sub titik lain yang terus memicu terjadinya kemacetan ,” ujar HM Nurnas .
HM Nurnas menekankan kepada aparat terkait untuk selalu siaga pada titik rawan macet. Dari catatan untuk Padang -Bukttinggi ada Ampang Keteta Api dijalur tekongan dekat Cocacola, menuju daerah Palapa hingga Lubuk Alung .
Dia juga mengingatkan, apalagi memasuki daerah pasar Koto Baru, menjadi langganan kemacetan.
“Jika tak ada pos pengaturnya di sana saya prediksi jika menuju Kota Payakumbuh akan tiba setelah 8 -bahkan 10 jam bisa jadi, ” ujarnya.
Sementara, Leonardy Harmainy menyikapi tentang persoalan akan ketersediaan Sembako yang bisa menentukan Stabilitas Politik.
“Bagaimana mau lebaran aman kalau harga Sembako mencekik leher masyarakat,” kata Leonardy Harmainy.
Leonardy mengatakan, Jika persoalan harga Sembako tak bisa dikendalikan sehingga tak stabil bisa memicu inflasi.
“Jangankan untuk menyambut lebaran, stabilitas politik juga bisa terganggu,” tegas Leonardy Harmainy.
Leonardy menekankan, untuk memastikan Sembako ini harus stabil tidak bisa tidak, harus ada peran pemerintah dalam memastikan ketersediaan.
“Pemerintah harus punya strategi dan aksi untuk menstabilkan harga Sembako. Ada yang bermain sehingga membuat gonjang ganjing harga Sembako, pemerintah dan aparat harus segera menindak tegas,” pungkas Leonardy.





