Iwosumbar.com, Padang – Bupati Kabupaten Tanah Datar Eka Putra menegaskan, pihaknya se-segera mungkin akan berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan pihak Kepolisian.
Hal itu terkait pemberitaan yang menyebutkan ada ratusan orang anggota jaringan terorisme Negara Islam Indonesia (NII) berada di Tanah Datar.
Sebelumnya, Polisi Republik Indonesia (Polri) mengatakan, ada 1.125 anggota Negara Islam Indonesia (NII) berada dan tersebar di seputar wilayah Sumatera Barat (Sumbar).
Lebih rinci lagi, Humas Polri Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan kepada wartawan Selasa (12/4) mengungkapkan, sebanyak 833 orang ada di Kabupaten Dharmasraya, sementara 292 anggota lainnya berada di Kabupaten Tanah Datar. Dan 400 orang di antaranya merupakan personel aktif.
Lanjut, Bupati Eka Putra, dalam koordinasi yang akan dilakukan dengan BNPT, pihaknya akan mempelajari apa-apa saja kriteria yang disebut terpapar ajaran radikal dan termasuk dalam jaringan teroris dimaksud.
“Hal itu akan menjadi dasar bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Datar untuk mengambil kebijakan dan melakukan pengawasan lebih ekstra lagi kepada masyarakat”, ujar Eka Putra di relis Rabu (13/4/2022) .
Merasa heran, Bupati Eka Putra juga meragukan masyarakat Tanah Datar banyak yang terpapar radikalisme. Sebab, Tanah Datar dulunya adalah daerah tempatnya pejuang. Dan terbukti begitu banyak tokoh-tokoh bangsa yang berasal dari Tanah Datar.
“Tapi kalau ada orang luar yang datang ke Tanah Datar, lalu menyebarkan ajaran Radikal itu mungkin,” terang Eka Putra.
Eka Putra mengatakan, pihaknya juga akan meminta petunjuk kepada BNPT kiat-kiat menelusuri adanya jaringan terorisme. Sehingga bisa diteruskan kepada pemerintahan Nagari dan jorong.
“Pemerintahan Nagari dan jorong adalah garda terdepan kita di tengah masyarakat. Mereka harus diberi wawasan untuk menangkal adanya upaya penyebaran ajaran Radikal di tengah masyarakat,” kata Eka.
Diketahui, Hingga saat ini sudah 16 tersangka teroris jaringan NII yang ditangkap oleh Densus 88 di Sumbar. Densus 88 juga mengamankan sejumlah barang bukti dari penangkapan tersebut
Rls/th





