Iwosumbar.com, Padang – Aksi unjuk rasa digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia (SI) serentak digelar hampir diseluruh Provinsi tanah air, termasuk di Sumatera Barat.
BEM Sumbar melakukan aksi unjuk rasa ke gedung DPRD Sumbar, disana mahasiswa menyampaikan tuntutan dan aspirasi diantaranya, menolak perpanjangan jabatan presiden tiga periode, meminta pemerintah untuk segera menstabilkan harga harga bahan pokok yang terus melonjak, meminta pemerintah segera menurunkan harga bbm dan mengatasi kelangkaan minyak goreng, dan batalkan UU IKN.
Untuk mengantisipasi terjadinya tindakan anarkis dan memberikan pengamanan aksi unjuk rasa (unras), pihak kepolisian menurunkan personil sebanyak 892 orang. Termasuk beberapa Intelijen di lapangan.
“Alhamdulillah unjuk rasa hari ini khususnya di Kota Padang dan secara umum di Sumbar yang digelar di 11 Kabupaten dan Kota, berjalan lancar tidak ada aksi anarkisme,” sebut Kapolda Sumbar Teddy Minahasa setelah memberikan arahan kepada jajarannya di halaman Gedung DPRD Sumbar.
Sebelumnya aksi mahasiswa di DPRD Sumbar sempat terjadi kericuhan, seketika aksi mahasiswa mulai memanas dengan saling mendorong dan insiden lemparan kearah aparat pengamanan, sehingga terpaksa dipukul mundur oleh aparat kepolisian.
Terkait dengan insiden terjadi lempar-lemparan saat demo berlangsung, Kapolda mengatakan, hanya kenakalan remaja saja dan tidak mengarah pada anarkisme.
“Hanya barangkali melampiaskan kekesalan. Tetapi yang terpenting adalah semua berjalan tertib, aman, lancar tidak ada korban baik luka-luka apalagi korban jiwa. Itu yang terpenting,” sebut Kapolda Sumbar.
Ketua DPRD Supardi sempat menemui mahasiswa, dan mengatakan tuntutan yang disampaikan BEM akan segera di proses DPRD Sumbar untuk dilanjutkan ke Jakarta.





