Peristiwa

Singkarak Tercemar, Gubernur Sumbar Larang Warga Buang Sampah ke Sungai

5
×

Singkarak Tercemar, Gubernur Sumbar Larang Warga Buang Sampah ke Sungai

Sebarkan artikel ini

IWOSUMBAR.COM, LEMBANG JAYA, SOLOK – Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah, peringatkan warga Kecamatan Lembang Jaya supaya menghentikan kebiasaan buang sampah ke sungai karena kerusakan yang disebabkan sudah tidak bisa ditoleransi.

“Bapak ibu yang ada di Kabupaten Solok, khususnyo warga Koto Gadang, tolong sampah jangan dibuang ke sungai lagi. Itu danau Singkarak sudah rusak (karenanya),” demikian tegas Gubernur di hadapan jemaah Masjid Raya Darussalam, Nagari Koto Gadang Koto Anau, Kec. Lembang Jaya, Kab. Solok, dalam kunjungan Safari Ramadan Pemprov Sumbar Sabtu (9/4).

Gubernur menyarankan, supaya sampah tidak dibuang ke sungai, sebaiknya dikumpulkan, dipilah, lalu diolah. Dengan begitu, dapat memberikan nilai manfaat yang besar.

Baca Juga  Pemko Akan Ubah Rumah Gadang Kajang Padati Jadi Pustaka Sejarah

“Kalau sampahnya organik, nanti bisa dijadikan pupuk, jadi pakan ternak melalui fermentasi, atau bisa jadi media untuk budidaya maggot untuk pakan ayam. Di Kampar ada yang mengembangkan maggot ini, sehari bisa hasilkan Rp10 juta lebih,” terangnya.

Untuk pengolahan sampah organik membutuhkan pengetahuan teoritis dan praktis tertentu. Kedepan gubernur mewacanakan akan memberikan pelatihan pengolahan limbah organisk, khususnya bagi warga Koto Gadang Koto Anau.

“Nanti kami bisa latih pemuda-pemuda di sini untuk memanfaatkan sampah organik itu agar berdaya guna,” ujar Gubernur.

Baca Juga  Jaga Kesehatan Pegawai, KAI Sumbar Gelar Medical Check Up

Tidak hanya sampah organik, Gubernur menyatakan bahwa sampah plastik juga bisa memiliki nilai guna jika diolah.

“Yang plastikpun kini sudah diolah. Bisa jadi bahan bakar lalu dijual ke Semen Padang. Nanti kita juga bisa latih (mengolah sampah plastik) dan bantu alat untuk mencacahnya,” pungkasnya.