Peristiwa

Epyardi Asda: Gubernur untuk Sumbar, Bukan untuk Orang orang Tertentu

3
×

Epyardi Asda: Gubernur untuk Sumbar, Bukan untuk Orang orang Tertentu

Sebarkan artikel ini

Iwosumbar.com, Padang – Bupati Solok Epyardi Asda tunjukkan sikap kesal sebut kegiatan Rakor di Mentawai hanya pencitraan dan abal abal belaka. Hal itu terkait gara-gara komentar Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfotik) Sumbar Jasman Rizal.

Ketidakhadiran Bupati Solok ketika gelaran Rapat Koordinasi (Rakor) Kepala daerah se Sumbar yang dilaksanakan di Kabupaten Mentawai pada senin tanggal 7 Maret kemarin, menjadi ribut dan berita viral di laman medsos.

Melalui sambungan telepon, Bupati Solok Epyardi Asda kepada media ini mengatakan, Kegiatan yang dilakukan di Mentawai hanya sekedar pencitraan dan abal abal saja.

Epyardi mengatakan, Sumbar saat ini tengah terpuruk, gubernur Mahyeldi jangan hanya melakukan pencitraan saja, datang datang kedaerah sekedar hanya meresmikan musholla kecil dan seremonial saja.

Seorang pemimpin kata Epyardi Asda harus mempunyai talenta dan dengan visi yang jelas tidak takut kepada anak buah.

Dia berharap gubernur sebagai leadhersip untuk membuka wawasan dan tak perlu takut dengan anak buah sendiri.

Baca Juga  Maret 2023, UNP Buka Program Studi Baru S2 Pariwisata

“Anak buahnya lebih hebat dari pada dia, didepan saya dia perintahkan anak buah tak pernah didengar dimana leadhersip nya seorang gubernur, ” katanya lewat seluler Kamis (10/3/2022) pada media ini.

Bahkan menurut Epyardi Asda gelaran di Mentawai kemarin tidak ada implementasinya hanya abal abal saja dan sekedar pencitraan.

“Gubernur itu untuk rakyat Sumatera Barat semuanya, bukan untuk orang orang tertentu, ” ujarnya.

Terpisah menangapi hal tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumatera Barat Jasman Rizal menyampaikan, dirinya tidak mau menangapi pernyataan dari Bupati Solok Epyardi Asda.

” Biarkan aja gak perlu kita bantah bantahan, biasa aja itu, “katanya Kamis (10/3/2022).

Sebelumnya diberitakan Jasman menjelaskan, kegiatan rakor kepala daerah se-Sumbar tersebut digelar di Tua Pejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai pada Senin (7/3) lalu. Kegiatan Rakor ada sesi penyerahan warisan budaya tak benda kepada masing-masing kepala daerah.

Baca Juga  64 Personel Polda Sumbar Laksanakan Wisuda Purnabakti

“Saat itu, Pemerintah Kabupaten Solok dipanggil oleh pembawa acara beberapa kali, tapi tidak satu pun hadir atau yang mewakili, “kata dia.

Dikatakan, saat Jasman dikonfirmasi media tentang ketidakhadiran Pemkab Solok, tentu diharapkan semua kepala daerah bisa hadir atau yang mewakili

” Menurut saya ini sangat mengecewakan dan seakan-akan Pemkab Solok tidak menghargai Pemprov Sumbar,” kata Jasman pada media.

Menurut Jasman gelaran rekor itu sangat penting untuk kemajuan daerah dimana membahas berbagai program-program di kabupaten/kota.

“Saya tidak berkomentar panjang lebar tentang pernyataan bupati Solok. Tidak mau memperpanjang masalah. Pernyataan bupati Solok, adalah merupakan hak beliau. Namun saya tidak mau berkomentar ke mana-mana,” kata dia.

Terkait pernyataan kekecewaan Jasman yang disampaikan ke beberapa media waktu itu murni pernyataannya sendiri dan tidak pesanan siapa pun.

“Pernyataan saya saat itu spontan dan tidak terkait dengan siapapun juga. ,” ujar dia.