Peristiwa

IMM DKI Gelorakan Budaya Persatuan dan Toleransi

5
×

IMM DKI Gelorakan Budaya Persatuan dan Toleransi

Sebarkan artikel ini

IWOSUMBAR.COM, JAKARTA – Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah DKI Jakarta berkolaborasi dengan Pergerakan Milenial Nusantara (Permana) menyelenggarakan webinar nasional di Gedung ITB Ahmad Dahlan Jakarta Kampus Ciputat.

Kegiatan mengusung tema ‘Meneguhkan Budaya Persatuan dan Toleransi’ dengan mendatangkan narasumber Kasubdit Kontra Naratif Direktorat Pencegahan Densus 88 Antiteror Polri AKBP Mayendra Eka Wardhana dan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan ITB Ahmad Dahlan Jakarta Imal Isti’mal.

Pengurus DPD IMM DKI Jakarta Khoirul Abidin mengajak seluruh pemuda untuk terlibat aktif dalam menyuarakan budaya persatuan dan toleransi di kalangan pemuda.

”Agama dan budaya tidak bisa dihadap-hadapkan satu sama lain apalagi membuat narasi yang kontra produktif, hendaknya dihela dan dirajut dalam satu tarikan nafas dengan semangat budaya persatuan, meneguhkan nilai keberagaman dan toleransi antar sesama,” katanya.

Cak Abid yang juga Ketua Umum DPP Permana menilai penanggulangan paham ideologi maut dan aksi terorisme bukan hanya tugas apatarur keamanan, tetapi tugas seluruh elemen bangsa dan negara untuk saling berkolaborasi termasuk generasi milenial.

Baca Juga  BPI KPNPA RI Sumbar Pertanyakan Penempatan Dana Pokir Miliaran

”Terorisme adalah musuh kita bersama dan jangan berikan ruang sedikitpun di Indonesia, harus diberantas sampai keakar-akarnya,” jelasnya.

Sementara, Kasubdit Kontra Naratif Direktorat Pencegahan Densus 88 Antiteror Polri AKBP Mayendra Eka Wardhana menegaskan, terus mengupayakan untuk memberantas segala bentuk pemahaman yang mengarahkan pada paham radikalisme, aksi terorisme, dan segala bentuk penyelewengan yang memecah belah umat.

”Tahun 2021 sampai 2022 Densus 88 Antiteror Polri telah menangkap 370 orang yang tersangka teroris. Ini kemungkinan akan terus bertambah seiring dengan banyak jaringan Timur Tengah yang menyebar di seluruh Indonesia,” ungkap Mayendra.

Lebih lanjut Mayendra mengatakan, pihaknya menilai paham radikalisme di Indonesia sudah menyebar kemana-mana.

Baca Juga  Selama Long weekend KAI Sumbar Layani 32.489 Penumpang

”Maka kami dari Densus 88 sangat mengapresiasi diskusi ini, sebagai bentuk edukasi kepada anak muda tentang penting menumbuhkan budaya toleransi untuk mempersatukan semuaa kalangan tanpa membeda-bedakan suku agama dan ras,” katanya.

Secara terpisah, Rabu (9/3) Imal Isti’mal mengatakan pentingnya budaya toleransi di kalangan pemuda untuk memperet tali silaturahmi, sehingga mampu menyatuhkan seluruh kalangan pemuda tanpa membedahkan suku, budaya, ras dan agama.

”Diskusi seperti ini harus terus dilakukan untuk memberi pemahaman kepada seluruh anak bangsa bahwa kita itu hidup di bawah naungan Bhinneka Tunggal Ika, dengan memiliki keberagaman yang banyak tapi di satukan dengan budaya toleransi yang saling menghargai satu sama lain,” jelas Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan ITB Ahmad Dahlan Jakarta ini.