Peristiwa

Gapeksindo Padang Minta Pemko Tertibkan Tender Proyek

3
×

Gapeksindo Padang Minta Pemko Tertibkan Tender Proyek

Sebarkan artikel ini

IWOSUMBAR.COM, PADANG – Ketua Gabungan Pengusaha Konstruksi Indonesia (Gapeksindo) Kota Padang Erwin berharap Pemerintah Kota Padang untuk mengevaluasi dan menertibkan kembali permasalahan tender proyek sesuai peraturan yang ada.

“Perpres sudah mengatur bahwa suatu tender yang akan dilelangkan jangan dibawah 20 persen, jika lewat dari 20% dikhawatirkan akan berdampak pada konstruksi dan pembangunan yang dikerjakan pemenang tender”,

Demikian dikatakan Erwin pada awak media dalam keterangan pers setelah pihaknya telah mengirimkan surat perihal permohonan evaluasi hasil kerja panitia lelang ke Pemko.

Didalam surat yang ditujukan ke Walikota tersebut Gapeksindo Padang meminta Pemko meninjau hasil evaluasi panitia lelang tentang penetapan bagi pemenang tender.

Baca Juga  KBRI Brunei Gelar Lomba Masak Rendang terlezat

Erwin mengungkapkan, dari hasil data yang ada, ternyata hasil lelang pada proyek pembangunan ruang kelas beberapa sekolah dasar di Kota Padang, masih saja memenangkan dengan penawaran yang Gapeksindo nilai jauh dari kewajaran dimana rata rata 25% bahkan ada yang sampai 29 persen.

Erwin berharap kedepan, persaingan tidak sehat ini pihak Pemko bisa segera menertibkan agar proyek yang dikerjakan bisa selesai dan sesuai dengan espektasi yang diharapkan.

Lanjut Erwin, persoalan ini sebenarnya persoalan bersama demi pembangunan kota padang kedepan. Pihaknya berharap pihak Pemko dan DPRD bisa duduk bersama membahas agar terciptanya persaingan yang sehat, baik bagi kontraktor itu sendiri.

Baca Juga  Wujudkan Kalaborasi Pentahelix di Pelatihan Jurnalis Bencana

Dia juga meminta panitia lelang untuk terbuka dan tidak bermain aman atau KKN, yang bisa berdampak luas terhadap hancurnya para kontraktor sebagai pelaku konstruksi.

Gapeksindo Padang, kata Erwin akan selalu membantu dan memberikan masukan juga informasi kepada Pemko agar jangan sampai terjadinya kerugian.

“Tentunya kita tak menginginkan tidak efektifnya pemanfaatan anggaran, dan menghindari terjadinya kerugian negara,” tutup Erwin.