Peristiwa

Gubernur Ragukan Komitmen Manajemen Bank Nagari Jadi Syariah

2
×

Gubernur Ragukan Komitmen Manajemen Bank Nagari Jadi Syariah

Sebarkan artikel ini

IWOSUMBAR.COM, PADANG – Komitmen Presiden Jokowi untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah tahun 2024 disambut baik oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Di Konversikan nya PT Bank Pembangunan Daerah Sumatra Barat atau Bank Nagari jadi perbankan syariah menjadi salah satu program utama untuk mendukung.

Apa kata, sepertinya rencana tersebut belumlah maksimal dijalankan oleh manajemen bank nagari, karena diduga masih ada beberapa oknum manajemen bank nagari yang berupaya agar hal ini tidak jadi terlaksana.

“Manajemen yang tidak setuju terhadap konversi bank Nagari menjadi bank syariah, sebaiknya segera mengundurkan diri, “Tegas gubernur Mahyeldi dalam kegiatan Subuh bulanan ASN lingkup Pemprov Sumbar, di Masjid Raya Sumbar, Minggu (6/3).

Baca Juga  Padang 4.899 Formasi Penerimaan PPPK Tahun Anggaran 2024

Padahal keinginan Pemprov Sumbar, konversi bank nagari menjadi syariah sudah dari dulu, sejak masa periode kepemimpinan gubernur Irwan Prayitno.

Menurut Mahyeldi, konversi merupakan wujud nyata dukungan Sumbar terhadap keinginan Presiden Joko Widodo untuk menjadikan Indonesia sebagai pusatnya ekonomi syariah.

“Kita sudah putuskan bahwasanya
bank umum nagari dikonversi menjadi bank umum syariah. Itu Sudah diputuskan. Maka saya harap, jajaran direksi dan komisaris tidak ada berfikiran lain dibalik itu, kalau ada, berarti tidak sama semangatnya,” tegas gubernur.

“Karena itu hari ini saya tegaskan jika seandainya ada jajaran Bank Nagari yang berfikir lain dari yang telah diputuskan, sebaiknya mundur saja,” tegasnya.

Baca Juga  Gugur Saat Bentrokan, Bripka Husni Dinaikkan Pangkat Anumerta

Penegasan disampaikan karena mengetahui masih adanya pihak manajemen bank nagari yang berusaha melakukan lobi agar konversi bank syariah tidak direalisasikan.

“Masih ada juga yang melobi-lobi. Kalau ada yang seperti itu, silahkan lapor, akan saya berhentikan. Sebab pada masa Pak Irwan dulu tahun 2019 juga sudah diputuskan, saat saya gubernur ini ditegaskan lagi, jadi tidak ada cerita lain lagi,” ujarnya.

Sementara, dukungan pengembangan ekonomi syariah khususnya konversi bank tersebut telah mendapat dukungan dari banyak pihak, khususnya dari para perantau dan pengusaha. Bahkan disampaikan, ada pengusaha Minang yang usahanya ada di seluruh kabupaten di Indonesia dan luar negeri, ingin menaruh uangnya di bank nagari. (mc)