Peristiwa

Pengungsi Di Bukit Niangin Malampah, Terima kasih Pada Leonardy

2
×

Pengungsi Di Bukit Niangin Malampah, Terima kasih Pada Leonardy

Sebarkan artikel ini

IWOSUMBAR.COM, PASBAR – Sampai kini, pengungsi di Bukit Niangin Nagari Malampah masih bertahan. Korban gempa ini takut dengan bencana susulan. Mereka trauma dengan longsoran dari Gunung Pasaman.

“Gunung Pasaman tempat berhulunya sungai yang melintasi Nagari Malampah banyak material kayu dan longsoran tanah dari Gunung Pasaman. Material longsoran itu menyebabkan menimbun aliran sungai sehingga menyebabkan genangan air yang besar. Jika curah hujan tinggi, dikhawatirkan akan menimbulkan air bah ke arah hilirnya,” ujar Sudirman, Perwakilan Malampah Peduli, Minggu 6 Desember 2022.

Menurut Sudirman, kondisi pengungsian di Bukit Niangin, Jorong Bunga Tanjung Nagari Malampah cukup baik. Di tenda yang terbuat dari terpal plastik, mereka berbagi tempat.

“Pengungsi merasa lebih aman berada di sana meski harus tidur beralaskan tikar saja. Kepanasan di siang hari dan kedinginan pada malam hari,” ungkapnya.

Lebih jauh dijelaskan Sudirman, pengungsi merasa aman tenda mereka karena berada di ketinggian. Keterbatasan di tenda tidak menyurutkan tekad mereka bertahan. Hanya untuk keperluan MCK dan berwudhu mereka kembali ke bawah, ke rumah mereka atau ke rumah sanak famili yang masih bisa ditempati.

Baca Juga  Polda Sumbar Rayakan HUT ke 77 Di Mako Brimob Padang

“Alhamdulillah kedatangan kami membawa bantuan dari Senator H. Leonardy Harmainy, disambut gembira oleh para pengungsi. Bantuan sembako ini sangat melegakan karena mereka jauh dari posko dan cukup sulit mendapatkan bantuan dari posko,” ujarnya.

Sudirman juga menyebutkan, bantuan dari Leonardy diberikan langsung kepada pengungsi-pengungsi lain yang berada di rumah atau tenda yang nyaris belum tersentuh bantuan. Seperti di Bukit Niangin, Patimah, Durian Rampak, Kampuang Baukia, Durian Tuga, Guguang Maringgiang di Kenagarian Malampah.

“Alhamdulillah sambutan mereka sangat baik sekali. Sebab setahu mereka, bantuan-bantuan yang datang biasanya dipusatkan saja di posko-posko. Akibatnya mereka yang jauh dari posko kesulitan akses dalam mendapatkan bantuan tersebut,” katanya.

Dia berharap, para dermawan terketuk hatinya untuk memberikan bantuan berupa selimut, pakaian layak pakai, kebutuhan kaum perempuan dan balita/bayi. Karena beberapa pengungsi takut untuk masuk ke rumah mereka.

Baca Juga  Fadli Amran Meyakini Dukungan UAS akan Jadi Acuan

Secara terpisah, Anggota DPD RI dari Dapil Sumbar, H. Leonardy Harmainy Dt Bandaro Basa, S.IP., MH mengatakan bantuan sembako tersebut merupakan ungkapan duka cita yang mendalam terhadap korban gempa bumi yang berpusat pada 123 kilometer arah dari Kota Padang.

Jaraknya 17 kilometer timur laut Pasaman Barat, kedalaman 10 kilometer berkekuatan magnitudo 6,1 skala richter.

“Sebagaimana kita ketahui, ratusan rumah roboh, beberapa sekolah dan masjid atau surau rusak. 16.000 an orang di Pasaman Barat dan Pasaman harus mengungsi. Sudah seharusnya kita berupaya menunjukkan empati terhadap saudara kita tersebut,” Senator Leonardy.

Leonardy juga mengingatkan, adanya pengungsi yang masih enggan pulang ke rumah mereka menandakan mereka mengalami trauma mendalam atas kejadian tersebut.

“Trauma healing terhadap korban gempa sudah selayaknya dilakukan”, tutupnya.