Peristiwa

Pakar: Ini Penyebab Gempa di Pasaman Barat

5
×

Pakar: Ini Penyebab Gempa di Pasaman Barat

Sebarkan artikel ini

IWOSUMBAR.COM, PADANG – Gempa Pasaman magnitudo 5,2 dan 6,2. Jumat (25/2/2022) sesuai data yang didapat dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB, ada 7 (tujuh) orang meninggal dunia, 3 (tiga) orang dari Kabupaten Pasaman Barat dan 4 (empat) orang di Kabupaten Kabupaten Pasaman. Sementara korban luka-luka mencapai 85 orang.

Kepala Puslitbang Geopark dan Lingkungan Hidup Universitas Taman Siswa (UNITAS) Padang, Ahli Geografi, Osronita menjelaskan wawancara via WhatsApp, Jum’at (25/2/2022), terjadinya gempa bumi ketika dua lempeng bumi tiba-tiba bergeser (strike slip). Permukaan tempat kedua lempeng bergeser disebut patahan.

Lokasi pusat gempa di bawah permukaan bumi disebut hiposentrum, sedangkan lokasi tepat di atas hiposenteum disebut episentrum.

“Terkait gempa yang terjadi di Pasaman Barat, dari keilmuan geografi lebih melihat kepada kompleksitas, artinya kita tidak saja melihat gempa bumi secara spasial atau keruangan tapi juga aspek kelingkungannya,” kata Osronita.

Baca Juga  Wako Padang dan Dirut RSUP M. Djamil Bahas Pengembangan Rumah Sakit

Perlu pemahaman secara holistik dalam melihat setiap persoalan yang terjadi artinya bahwa satu bencana terjadi bisa saja akan muncul bencana lainnya (secondary hazard) perlu kewaspadaan agar tetap bisa terhindar dari bencana.

“Gempa yang tidak bisa diprediksi ini bisa menghancurkan bangunan dan jalan. Ditambah dengan kualitas bangunan tidak tahan terhadap gempa dan ini justru bisa mengakibatkan kerusakan yang parah,” jelasnya.

Selain itu juga munculnya aktivitas alam lainya seperti semburan lumpur, liquifaksi, tanah longsor, runtuhan dan seterusnya.

Baca Juga  Pemko Padang Akan Tracking HP ASN Terkait Judol

Pasbar sebagai salah satu embrio geopark di Sumbar yaitu Geopark Talamau, Gempa bumi yang terjadi saat ini dengan dikuti oleh fenomena alam lainnya menjadi bagian dari “Geohazard” yang nantinya akan membuka peluang bagi periset nasional atau internasional untuk mempelajari Keunikan Geologi Pasbar.

Prodi Geografi UNITAS Padang langsung melakukan aksi penggalangan dana Gempa Bumi Pasaman dan Pasaman Barat tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Geografi (HIMAGEO)

“Kami bergerak cepat dalam dalam upaya penggalangan dana untuk bantuan korban bencana alam gempa bumi Pasaman dan Pasaman Barat yang akan diserahkan dalam waktu dekat untuk membantu para korban gempa bumi,” tambahnya yang juga sebagai Kaprodi Geografi. (prov)