Iwosumbar.com, Padang– Menggali dan mengembangkan potensi nagari di Sumatra Barat, Tim Riset Desa LP2M UNP melalui Program Riset Keilmuan, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia Tahun 2021 – 2022 melaksanakan riset membangun desa di Nagari Koto Sani, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok.
Fokus riset ini adalah mengembangkan model pengembangan desa wisata berbasis komunitas. Hibah Riset ini merupakan program kompetisi di tingkat nasional dan tahun ini UNP berhasil memenangkan tujuh judul riset yang salah satunya di Nagari Koto Sani.
Ketua periset UNP Dr. Nofrion, M. Pd menjelaskan, dipilihnya Nagari Koto Sani sebagai lokasi riset didasarkan fakta bahwa nagari ini memiliki potensi sebagai desa wisata seperti adanya objek wisata alam potensial diantaranya, Danau Tuo Ujuang Ladang, Pemandian Aia Angek Padang Belimbing, sentra pembibitan dan produksi ikan konsumsi, aksesibilitas tinggi, juga adanya potensi atraksi budaya yang khas.
Dalam pembukaan dan sosialisasi riset serta FGD pertama yang dilangsungkan pada tanggal 8 –9 Februari 2022 bertempat di aula Kantor Wali Nagari Koto Sani, Wali Nagari Deswandi mennyampaikan, bahwa masyarakat Koto Sani menyambut baik dengan kedatangan tim periset serta akan memberikan dukungan dan fasilitas kepada tim selama mengadakan riset di Nagari Koto Sani.
Dia juga sangat berterima kasih atas dipilihnya Nagari Koto Sani sebagai lokasi riset karena akan berdampak positif bagi pembangunan nagari khususnya di sektor wisata.
Dalam kegiatan FGD tersebut turut hadir semua komponen masyarakat Koto Sani mulai dari Pemerintahan Nagari, Dinas Pariwisata Kabupaten Solok, Camat X Koto Singgkarak, ketua BPN, ketua KAN dan Bundo Kanduang, Ketua TP PKK, Ketua LPMN, Ketua MUN, Ketua Pemuda Nagari dan Jorong, Kepala Jorong, Pengurus Pokdarwis serta perwakilan generasi muda Koto Sani yang sukses di bidang Pariwisata dan UMKM.
Semua peserta FGD begitu antusias menyampaikan potensi dan ide-ide sebagai masukan kepada tim periset untuk merumuskan model pengembangan desa wisata berbasis Komunitas.
Andre, salah seorang peserta FGD dari perwakilan generasi muda Koto Sani yang juga pelaku UMKM dan Wira Usaha yang sudah dikenal di Sumatra Barat bahkan Nasional menyampaikan harapannya agar model pengembangan desa wisata berbasis komunitas yang dihasilkan nanti oleh tim periset dapat menjadi salah satu dasar pembangunan Nagari Koto Sani.
Dirinya juga menyatakan siap untuk berkolaborasi dengan tim periset dan mendukung program-program yang akan memajukan nagari dan meningkatkan ekonomi masyarakat. (**)





