Iptek

110 Tahun Perguruan Thawalib Banyak Lahirkan Tokoh Nasional

1
×

110 Tahun Perguruan Thawalib Banyak Lahirkan Tokoh Nasional

Sebarkan artikel ini

IWOSUMBAR.COM, PADANG PANJANG – Kita bangga, 110 tahun perguruan Thawalib telah pencetak para tokoh alim ulama dan orang-orang hebat ditingkat nasional. Bahkan sekarang banyak para alumni Thawalib yang menjadi pejabat, pengusaha dan para politikus baik nasional maupun di daerah.

Demikian disampaikan Gubernur Sumbar pada peringatan 110 tahun Perguruan Thawalib Padang Panjang bertema, “Kembali ke Khittah dalam Mencerdaskan Masyarakat”, di Aula Dr. Abdul Karim Amrullah Perguruan Thawalib Padang Panjang, Minggu (30/5/2021)

“Semoga Perguruan Thawalib kedepan lebih baik lagi dan dapat melahirkan para intelektual sebanyak-banyaknya agar kita dapat melihat kejayaan kampus ini dimasa mendatang”, ujarnya.

Gubernur Mahyeldi menyampaikan, bahwa Sumbar memiliki filisofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS – SBK). Tegaknya Minangkabau dibangun dulunya oleh para ulama

Baca Juga  UNP Adakan Pembentukan Pengurus PP UNP Periode 2024-2028

“Ini motivasi bagi kita semua agar dengan bekal ilmu agama mampu menjadi pemimpin yang baik,” ungkap Buya Mahyeldi.

Kampus Thawalib ini tidak dapat berjalan jika bukan karena dukungan pemerintah, para pengusaha dan Alumni. Dikatakan Mahyeldi, ada tiga kunci dari Perguruan Thawalib yaitu Solidaritas, sinergitas dan kolaborasi.

“Tanpa ada solidaritas, sinergitas dan kolaborasi, tidak mungkin kampus Thawalib bisa berumur sampai 110 tahun,” ujarnya.

Umur Perguruan Thawalib harus panjang, karena banyak tokoh tokoh masyarakat Sumbar belajar dari Thawalib.

Buktinya, sejarah bangsa ini berkat pemikiran Bung Hatta sebagai putra Minang. Serta banyak lagi cendekiawan Minang yang juga berjuang untuk Bangsa dan Negara.

Baca Juga  UNP Bahas Proker dan Anggaran 2025

“Tidak mungkin ada Indonesia, kalau tidak ada orang Minang, seperti perjuangan PDRI. Ini membuktikan orang Minang memilili darah pejuang dan pencetus. Makanya para ulama ulama besar banyak yang berasal dari Minang,” ungkapnya.

Sementara, Walikota Padang Panjang Fadly Amran mengatakan Thawalib telah menjadi salah satu ikon Kota Padang Panjang. Kota Padang Panjang bangga dengan itu dan kami pun yakin seluruh insan Thawalib dan alumni- alumni juga bangga dengan itu.

“Usia 110 tahun Thawalib patut disyukuri oleh semua pihak, beberapa perguruan yang pernah ada tidak mampu bertahan sampai usia ini karena berbagai masalah. Thawalib Padang Panjang tetap bertahan,” ucap Fadly. (Adpim)