IWOSUMBAR.COM, PADANG -ASITA (Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia) Sumatera Barat membidik salah satu sentra destinasi baru pariwisata di Kota Padang.
Sentra destinasi tersebut bergerak di bidang kesenian, kebudayaan, dan UMKM kerajinan daerah yang berada di satu titik sentra yaitu di SMK 7 Padang, SMK 8 Padang, dan SMK 4 Padang.
“Tiga SMK tersebut berada di dalam satu titik lokasi yakni di Jl. Raya Padang Indarung, Cangkeh Nan XX, Kecamatan Lubukbegalung, Padang. Masing-masing SMK tersebut mempunyai unggulan dan daya tarik bagi wisatawan,” sebut Ketua Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA) Sumbar, Darmawi, Senin (17/1/22)
Untuk mewujudkan Sentral Destinasi Kesenian, Kebudayaan.dan Kerajinan Daerah di SMK 7, SMK 8 dan SMK 4 Padang itu, Ketua ASITA akan bekerja sama dengan Kadis Pendidikan Sumbar Adib Fikri.
Dikatakan, SMK 7 Padang memiliki studio representatif untuk melaksanakan pagelaran kesenian kebudayaan Minangkabau. Bagi wisatawan yang masuk ke Sumbar harus kita suguhi iven-iven kesenian dan kebudayaan.
Lebih lanjut dikatakan, di SMK 8 Padang memiliki kerajinan-kerajinan daerah yang merupakan kebutuhan pelancong dari luar Sumbar. Melalui kerajinan daerah, wisatawan dapat belajar tentang kebudayaan Sumatera Barat.
Sedangkan, SMK 4 Padang menghasilkan berbagai karya seni seperti lukisan, dan pahatan. Mereka sudah mendirikan galeri dan ini perlu lebih luas diperkenalkan.
“Nah, potensi-potensi inilah yang kita jadikan salah satu titik sentral destinasi bagi wisatawan yang berkunjung ke Sumbar,” ungkap Darmawi.
Darmawi mengkategorikan potensi pariwisata Sumbar menjadi empat bagian. Pertama pariwisata alam. Mulai dari perbatasan Jambi, Riau, Sumut, sudah menyuguhkan potensi alam yang menakjubkan.
Kedua, pariwisata kebudayaan, potensi yang kaya dan sangat menarik untuk kita suguhkan kepada wisatawan. Kemudian, wisata kuliner, yang menjadi areanya pelaku UMKM Sumbar untuk bergiat. Dan yang keempat adalah wisata keluarga.
“Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Pak Adib Fikri, menurut saya juga concern membangun pariwisata Sumatera Barat. Karena tiga sekolah itu berada di bawah kewenangan Dinas Pendidikan Provinsi, maka saya melakukan rapat dengan Pak Adib, untuk menjadikan ini sebagai Sentral Destinasi Wisata,” tambahnya.
Ada dua kerja sama yang dilakukan ASITA Sumbar dengan Disdik Sumbar. Pertama kerja sama dengan tiga SMK Padang tersebut. Dan kedua, bagaimana sekolah-sekolah pariwisata kita jadikan cikal-bakal anak didik itu penggiat dan pelaku pariwisata masa depan.
“Harapan kami, pandemic ini segera berakhir sehingga tamu-tamu kembali berdatangan ke Sumatera Barat,” tutupnya. ()





