Peristiwa

Ratusan Rumah Rusak Paska Gempabumi M7.4 di Flores Timur

2
×

Ratusan Rumah Rusak Paska Gempabumi M7.4 di Flores Timur

Sebarkan artikel ini

Iwosumbar.com, Padang – Sebanyak 230 rumah di Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan, mengalami kerusakan setelah terjadinya gempabumi dengan magnitudo 7,4 di wilayah Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Selasa (14/12).

Selain itu dilaporkan satu unit gedung sekolah, dua bangunan tempat ibadah dan satu rumah jabatan kepala desa juga terdampak gempabumi yang berpusat di 7.95 LS dan 122.24 BT.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Selayar menyapaikan, kerusakan tersebut terpantau mulai dari bangunan pagar beton, dinding hingga atap rumah warga.

Data yang dihimpung per Selasa (16.04), gempabumi M7,4 tersebut dirasakan dan berdampak di tiga provinsi yang meliputi, Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah Kabupaten, Flores Timur, Kabupaten Sikka, Kabupaten Lembata, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Kepulauan Selayar, Kabupaten Buton, Kabupaten Wakatobi, Kabupaten Sabu Raijua, Kota Bau Bau dan Kabupaten Manggarai Barat.

Baca Juga  Update Cov-19, Positif 24.836 Total 2.203.108 Wafat 504 Total 58.995

Kemudian Kota Makassar dan Kabupaten Selayar di Provinsi Sulawesi Selatan dan Kabupaten Muna di Sulawesi Tenggara.

Sementara Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebelumnya merilis peringatan dini tsunami dari gempabumi M7.4 tersebut, namun peringatan tersebut dinyatakan telah berakhir.

Laporan BMKG mencatat setidaknya terjadi lima kali gempabumi susulan (aftershock) yang terjadi setelah gempabumi M 7.4 dengan rincian; M 5.6 pada pukul 10.41 WIB di 7.81 LS dan 122.34 BT, M 5.5 pada pukul 10.47 WIB di 7.55 LS dan 121.75 BT, M 5.0 pada pukul 12.46 WIB di 7.45 LS dan 121.38 BT, M 5.4 pada pukul 15.31 WIB di 7.59 LS dan 122.40 BT dan M 5.2 pada pukul 15.57 WIB di 7.70 LS dan 122.40 BT.

Baca Juga  Program Padang Amanah Pemko Padang Perkuat Tata Kelola

Hingga berita ini diturunkan, dilaporkan seluruh anggota BPBD setempat telah turun ke lapangan untuk kaji cepat dan monitoring dampak yang ditimbulkan dari gempabumi M7.4 itu. (***)