Nasional

Pelepasliaran Curik Bali Terus Menyebar di Taman Nasional BB

7
×

Pelepasliaran Curik Bali Terus Menyebar di Taman Nasional BB

Sebarkan artikel ini

IWOSUMBAR.COM, JAKARTA – Untuk semakin menyebarkan populasi burung curik bali, Taman Nasional Bali Barat (TNBB) kembali melepas sebanyak 54 ekor burung curik bali ke alam liar.

Pelepasliaran dilaksanakan di areal Teluk Brumbun sebanyak 40 ekor dan Labuan Lalang sebanyak 14 ekor, Selasa, 25 Mei 2021.

Burung-burung tersebut berasal dari hasil pengembangbiakan di Suaka Satwa Curik Bali dan dari restocking burung yang diserahkan oleh penangkar burung dari Provinsi Jawa Tengah.

Burung curik bali merupakan satwa endemik yang diperkiraan populasi awalnya berjumlah 300- 900 ekor yang menyebar di pesisir Utara dan Selatan Pulau Bali Bagian Barat, mulai dari Desa Seririt Kabupaten Buleleng sampai dengan Desa Melaya Kabupaten Jembrana seluas 300 km persegi.

Namun pada tahun 1900-an curik bali hanya dijumpai di kawasan TNBB dengan jumlah populasi yang sangat rendah.

Baca Juga  HARRIS & POP Hotel & Conventions Ajak Tamu ke Jepang Akhir Tahun 2023

Di tahun 2001 hanya tersisa 6 (enam) ekor. Hal ini menjadi pertimbangan International Union for Conservation of Nature (IUCN) sejak tahun 1966, mengklasifikasikan curik bali sebagai satwa yang hampir punah (critical endanger).

Selanjutnya Pemerintah Indonesia pada tahun 1970 memasukkan burung curik bali sebagai satwa dilindungi.

Atas upaya konservasi intensif Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, berdasarkan hasil monitoring pada bulan Desember 2020, burung curik bali di habitat alami kawasan TNBB berjumlah lebih dari  341 ekor.

Jumlah ini meningkat secara signifikan setiap tahunnya dari base line data tahun 2015 sejumlah 57 ekor. Berturut-turut dari tahun 2016 berjumlah 81 ekor, tahun 2017 berjumlah 109 ekor, tahun 2018 berjumlah 184 ekor dan, tahun 2019 berjumlah 256 ekor.

Baca Juga  Atase Kepolisian Prancis Apresiasi Polres Tanjung Priok

Kepala Balai TNBB, Agus Ngurah Krisna K, saat acara pelepasliaran mengatakan, Burung curik bali kini tidak hanya dijumpai di dalam kawasan Taman Nasional Bali Barat.

“Burung ini dalam 2 (dua) tahun terakhir, mulai terlihat memperluas daerah jelajah habitat hingga di daerah  penyangga kawasan TNBB,” ujarnya.

Meningkatnya kesadaran dan dukungan dari masyarakat untuk menjaga kelestarian keanekaragaman hayati di alam tidak terlepas dari hubungan harmonis yang terjalin antara Balai TNBB dengan masyarakat dan para pihak lainnya sekitar kawasan.

Pelepasliaran curik bali di Labuan Lalang dengan dihadiri oleh Kepala Sub Direktorat Sumber Daya Genetik Dit. KKH, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Buleleng, MUSPIKA Kecamatan, Pemerintah Desa dan Adat, kelompok –kelompok masyarakat dan para pihaknya lainnya. (**/iwo).