IWOSUMBAR.COM, SAWAHLUNTO – Kapolda Sumatera Barat Irjen Teddy Minahasa Putra, Kunjungi Pusat Kebudayaan di Kota Sawahlunto, Sabtu (9/10). Kedatangannya meninjau pelaksanaan gebyar vaksinasi Covid-19 Polres Sawahlunto, Pemko Sawahlunto dan IMBI .
Kapolda disambut Kapolres Sawahlunto AKBP Ricardo Condrat Yusuf, turut Walikota Sawahlunto Deri Asta, Dandim 0310/SS Letkol inf Endik Hendra Sandi, Ketua DPRD Kota Eka wahyuni, Kepala Kejaksaan Abdul Mubin, Sekda, dr. Ambun Kadri.
Kapolda mengapresiasi Pemko Sawahlunto dan Forkopimda yang telah berhasil menggerakkan pelaksanaan vaksinasi di Kota Warisan Dunia versi UNESCO tersebut dengan baik, dan telah sampai mendekati 50 persen dari total sasaran.
“Yang lebih penting itu adalah kesadaran masyarakat. Di Sawahlunto ini kesadaran masyarakat untuk divaksin termasuk tinggi, buktinya kita bisa lihat telah 43 persen lebih dari total sasaran itu masyarakat kita sudah divaksin,” ujarnya.
Dirinya juga menyampaikan terimakasih kepada masyarakat Sawahlunto, yang sadar dan mendukung program pemerintah dalam membentuk imunitas kelompok (herd immunity) melalui vaksinasi Covid-19.
Dalam kesempatan meninjau pelaksanaan Gebyar Vaksinasi itu juga, orang nomor satu di Polda Sumbar tersebut memberikan bantuan sosial berupa sembako sebanyak 500 paket.
Rincian sembako itu, sejumlah 300 paket dari Kapolda Sumbar dan komunitas IMBI (Ikatan Motor Besar Indonesia) Provinsi Sumbar. Kemudian sejumlah 200 paket dari Kapolres Sawahlunto.
Kapolres Sawahlunto, AKBP Ricardo Condrat Yusuf melaporkan bahwa jajaran Polres Sawahlunto turun dengan optimal dalam membantu percepatan vaksinasi ini dengan target 1.300 dosis.
“Sesuai arahan Presiden tentang percepatan vaksinasi, kami turun mendampingi tim di desa dan kelurahan dalam sosialisasi sampai pelaksanaan vaksin. Kita bersatu padu dengan jajaran Pemdes/Kelurahan dan tenaga kesehatan, sesuai hasil rapat koordinasi yang kita laksanakan beberapa Minggu yang lalu,” katanya.
Bentuk nyata lainnya, kinerja Polres Sawahlunto dalam mendukung percepatan vaksinasi, adalah dengan memobilisasi masyarakat yang tempat tinggalnya jauh dari tempat vaksinasi. (*)





