KAMBANG — Tokoh Adat Nagari Kambang, H Edison M.Kes Dt Rajo Indo menyebut pasukuan Sikumbang se-Kecamatan Lengayang sambut Bulan Ramadhan dengan saling mendoakan sebagai wujud rasa syukur yang tulus karena masih diberi kesempatan untuk bertemu Ramadhan kembali.
“Alhamdulillah memasuki Bulan Ramadhan, kami Pasukuan Sikumbang anak nagari Kambang, Kecamatan Lengayang bisa melaksanakan Halal bi Halal yang dirangkai dengan acara mendoa bersama yang diselenggarakan di Keluarga Gym,” ujar Edison Dt Rajo Indo, Panghuku Kaum Siku Sikumbang Nagari Kambang, kepada wartawan media ini, Ahad (15/2/2026).
Dikatakan, dalam menyambut bulan suci Ramadhan, para Ninik mamak, Imam Katik, Alim Ulama, Cadiak Pandai dan para Bundo Kanduang telah berpartisipasi dan meningkatkan rasa solidaritas dan bisa menyesuaikan diri dan hati sebelum Ramadhan tiba.
Menurut Edison, yang akrab disapa Edi Datuak, kedatangan bulan suci Ramadhan selalu menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu oleh umat Muslim di seluruh penjuru dunia.
Bukan sekadar ibadah tahunan, Ramadhan hadir membawa energi yang berbeda — suasana yang lebih tenang, hati yang lebih terbuka, dan kerinduan yang akhirnya terjawab setelah setahun berlalu.
“Puji syukur, kami rang Sikumbang bisa bertemu lagi dengan Ramadhan. Semoga tahun ini lebih baik dari yang lalu.Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1447H. Semoga setiap langkah kita diridhai-Nya,Amin,” ujar Edi Datuak, yang sehari-harinya pengusaha properti di Kota Padang ini
Ditambahkanya di bulan yang penuh kemuliaan ini, semoga kita tidak hanya memperbaiki ibadah vertikal kepada Allah, tapi juga mempererat hubungan horizontal sesama manusia.
ia menyebut acara mendoa masuk puasa yang dilaksanakan di Hall Keluarga Gym pada Jumat (14/2) malam, selain dihadiri keluarga besar pasukuan Sikumbang Nagari Kambang, juga turut hadir Bupati Pessel, Hendra Joni selaku Ninik Mamak Rang Sikumbang yang bergelar adat Dt Bandau Basau.
Menyoal ketakwaan yang lahir dari hikmah puasa Ramadhan, Edi Datuak mengatakan akan memengaruhi seluruh aspek kehidupan, baik dalam ibadah, pergaulan, maupun pekerjaan sehari-hari.
ia menghimbau kepada rang Sikumbang untuk hidup penuh kesadaran spiritual, sehingga segala aktivitasnya bernilai ibadah. (Ag)






