Nasional

Musda II PBKM DKI Jakarta Tetapkan Rosita Medina sebagai Ketua Periode 2026–2030

0
×

Musda II PBKM DKI Jakarta Tetapkan Rosita Medina sebagai Ketua Periode 2026–2030

Sebarkan artikel ini
(Ket Photo: Musda II PBKM DKI Jakarta Tetapkan Rosita Medina sebagai Ketua Periode 2026–2030)

JAKARTA – Perkumpulan Bundo Kanduang Minangkabau (PBKM) Provinsi DKI Jakarta menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-2 sebagai bagian dari konsolidasi organisasi, Sabtu (7/2/2026), di Hotel Balairung, Jakarta.

Musda berlangsung lancar dan kondusif ini menetapkan Dr Rosita Medina, MM sebagai Ketua PBKM DKI Jakarta periode 2026–2030. Rosita sebelumnya menjabat sebagai sekretaris pada periode kepengurusan 2022–2026. Penetapan tersebut disepakati seluruh peserta Musda yang dipimpin Ketua Panitia Erni Abas, SE.

Kegiatan Musda II PBKM DKI Jakarta turut dihadiri Ketua Bundo Kanduang Pusat Prof Dr Ir Raudah Taib, tokoh masyarakat Minangkabau, perwakilan pemerintah daerah, akademisi, organisasi perantau, serta sekitar 130 anggota Bundo Kanduang dari lima wilayah DKI Jakarta.

Musda diawali dengan penampilan Vokal Grup Padus PBKM Jakarta Timur yang membawakan sejumlah lagu bernuansa Minangkabau, menambah semangat persatuan dan kecintaan terhadap adat serta budaya leluhur.

Dalam sambutannya, Rosita Medina menegaskan bahwa PBKM sebagai organisasi perempuan Minangkabau yang telah terdaftar resmi di Kementerian Hukum dan HAM harus terus aktif menjalankan peran strategis di perantauan. Fokus utama PBKM, menurutnya, adalah menjaga kelestarian adat Minangkabau dengan pendekatan yang adaptif terhadap perkembangan zaman, berlandaskan nilai Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah (ABS-SBK).

Ia juga mengapresiasi kepemimpinan Ketua PBKM DKI Jakarta periode sebelumnya, Suherny Syam, SE, yang dinilai berhasil menjadikan PBKM sebagai penggerak perempuan Minangkabau di bidang sosial, ekonomi, dan pelestarian budaya.

“PBKM DKI Jakarta telah menjadi limpapeh rumah gadang di rantau, menjaga adat, memperkuat peran perempuan, serta mendidik generasi muda Minangkabau di tengah dinamika kehidupan ibu kota,” ujar Rosita kepada wartawan, Senin (9/2/2026).

Menurutnya, memasuki periode kedua, PBKM DKI Jakarta berkomitmen memperkuat jaringan kemitraan dengan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, lembaga adat, organisasi perempuan, hingga komunitas pemuda Minang. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan program- program yang lebih luas dan berdampak, tidak hanya bagi masyarakat Minangkabau di perantauan, tetapi juga bagi masyarakat Jakarta secara umum.

Rosita menyampaikan rasa syukur atas soliditas organisasi yang mampu bertahan dan berkembang hingga memasuki periode kepengurusan kedua.

“Periode pertama telah membuktikan bahwa perempuan Minangkabau di perantauan memiliki kekuatan besar dalam menjaga harmoni sosial. Ke depan, kami ingin PBKM DKI Jakarta tidak hanya dikenal sebagai penjaga adat, tetapi juga motor penggerak sosial yang menghadirkan keteduhan, keselarasan, dan inspirasi,” ungkapnya.

Musda II PBKM DKI Jakarta mengusung tema penguatan pesan Bundo Kanduang dalam menjaga nilai adat dan budaya. Tema menegaskan komitmen organisasi agar kearifan lokal Minangkabau tetap hidup dan relevan di tengah modernitas Jakarta. (Ag)