PADANG – Insiden kebakaran kembali terjadi di kawasan pelabuhan Batang Arau, Kota Padang, Sumatera Barat. Tiga unit kapal cepat (speedboat) dilaporkan hangus dilalap api pada Sabtu pagi (7/2/2026), dengan total kerugian material diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang, Budi Payan, menyebutkan laporan kebakaran diterima pada pukul 10.42 WIB setelah seorang warga melihat api membesar di area sandar kapal. Tak lama berselang, petugas langsung bergerak menuju lokasi kejadian.
“Unit kami berangkat pukul 10.43 WIB dan tiba di lokasi pada 10.50 WIB. Api berhasil dipadamkan seluruhnya sekitar pukul 11.15 WIB,” ujar Budi Payan.
Kebakaran terjadi di Jalan Batang Arau, tepatnya di samping kawasan Mentawai Fast, RT 001 RW 001, Kelurahan Berok Nipah, Kecamatan Padang Barat. Lokasi tersebut berjarak sekitar 4,6 kilometer dari markas Damkar Kota Padang.
Data Damkar mencatat, objek yang terbakar berupa tiga unit speedboat dengan area terdampak sekitar 15 x 15 meter persegi. Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan dan belum diketahui sumber api yang memicu kejadian tersebut.
Meski menimbulkan kerusakan berat pada kapal, peristiwa ini tidak menyebabkan korban jiwa maupun korban luka. Tidak ada pula warga yang terdampak langsung atau harus mengungsi akibat kebakaran itu.
Selain kerugian materi sebesar Rp1,5 miliar, petugas berhasil mencegah api merembet ke sejumlah kapal lain di sekitar lokasi. Nilai aset yang berhasil diselamatkan ditaksir mencapai Rp5 miliar.
Dalam proses pemadaman, Damkar Kota Padang mengerahkan tiga unit armada dan didukung dua unit pemadam milik Pelindo. Sebanyak 50 personel gabungan diterjunkan, melibatkan unsur Damkar, BPBD, Pelindo, Polri, dan TNI.
Adapun speedboat yang terbakar diketahui milik BPBD, Mayor Doni (purnawirawan TNI AL), serta Heru Farta, seorang dokter. Sementara saksi mata yang pertama kali melaporkan kejadian adalah Reni Suryani, warga setempat.
“Setelah api padam, petugas melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada sisa bara yang berpotensi memicu kebakaran ulang. Kondisi di lokasi kini sudah aman dan terkendali,” tambah Budi.
Damkar Kota Padang kembali mengingatkan masyarakat agar segera melapor jika menemukan potensi kebakaran melalui layanan darurat Padang Sigap 112 atau nomor Mako Damkar 113.






