Nasional

Benarkah Kapur Barus Ampuh Usir Tikus? Ini Fakta di Baliknya

3
×

Benarkah Kapur Barus Ampuh Usir Tikus? Ini Fakta di Baliknya

Sebarkan artikel ini
(Ket Photo: Benarkah Kapur Barus Ampuh Usir Tikus? Ini Fakta di Baliknya)

JAKARTA – Kapur barus atau kamper menjadi pilihan sebagian masyarakat sebagai cara praktis untuk menghalau gangguan banyaknya tikus di rumah. Aroma tajam yang dihasilkan bahan kimia di dalamnya diyakini mampu membuat hewan pengerat tersebut enggan mendekati area rawan, seperti dapur, gudang, hingga tempat penyimpanan makanan.

Kepercayaan ini bukan tanpa alasan. Tikus dikenal memiliki indra penciuman yang sangat sensitif terhadap bau menyengat. Kapur barus sendiri mengandung zat aktif seperti naphthalene atau paradichlorobenzene yang melepaskan aroma kuat melalui proses sublimasi.

CARA KERJA KAPUR BARUS

Aroma menyengat dari kapur barus sering dimanfaatkan sebagai langkah pencegahan awal. Masyarakat biasanya meletakkannya di jalur yang kerap dilalui tikus untuk mencegah hewan tersebut bersarang di dalam rumah.

Selain itu, bau kamper juga dinilai mampu menyamarkan aroma sisa makanan di tempat sampah yang kerap menjadi pemicu kedatangan tikus. Kemudahan memperoleh produk ini di pasaran, termasuk varian yang diklaim khusus sebagai pengusir tikus, membuat kapur barus semakin populer digunakan.

MITOS ATAU FAKTA?

Meski banyak digunakan, para ahli pengendalian hama mengingatkan bahwa kapur barus bukanlah solusi jangka panjang, terutama jika infestasi tikus sudah cukup parah.

Menurut pakar, kadar naphthalene dalam satu butir kapur barus sebenarnya terlalu kecil untuk memberikan efek pengusiran secara menyeluruh. Dibutuhkan konsentrasi tinggi agar dampaknya benar-benar signifikan, sesuatu yang sulit dicapai di lingkungan rumah tangga.

Selain itu, tikus dikenal sebagai hewan yang adaptif. Ketika merasa terganggu oleh bau di satu area, mereka cenderung mencari jalur masuk alternatif. Penggunaan kapur barus secara berlebihan juga berisiko menimbulkan gangguan kesehatan, baik bagi manusia maupun hewan peliharaan, terutama jika terhirup dalam jangka waktu lama.

TIPS PENGGUNAAN YANG LEBIH AMAN

Agar hasilnya lebih efektif, masyarakat disarankan tidak hanya mengandalkan kapur barus. Menjaga kebersihan rumah, menutup celah dan lubang akses dengan kawat atau bahan kuat, serta menyimpan makanan dalam wadah tertutup rapat dinilai jauh lebih efektif.

Jika tetap ingin menggunakan kapur barus, letakkan di area dengan sirkulasi udara terbatas namun tetap mudah dipantau. Langkah ini bertujuan meminimalkan risiko paparan aroma berlebihan bagi penghuni rumah.