PADANG – Daerah Irigasi (DI) Lubuk Minturun yang berada di Kelurahan Koto Panjang Ikur Koto (KPIK), Kecamatan Koto Tangah, kembali beroperasi dan mulai mengalirkan air ke lahan pertanian warga. Normalnya fungsi irigasi ini dipastikan setelah ditinjau langsung oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, pada Selasa (27/1/2026).
Kembalinya pasokan air tersebut menjadi angin segar bagi para petani yang sebelumnya menghadapi ancaman gagal panen akibat kekeringan berkepanjangan. Sejumlah lahan persawahan dilaporkan mengalami kekurangan air dalam beberapa waktu terakhir.
Perwakilan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Fajar Mahkota mengungkapkan rasa syukur atas kembali mengalirnya air ke area persawahan. Menurutnya, ketersediaan air sangat vital bagi tanaman padi yang saat ini berada pada fase pertumbuhan yang beragam.
“Sudah cukup lama sawah kami mengalami kekeringan. Ada padi yang baru ditanam sekitar dua minggu, ada juga yang baru mulai tumbuh,” ujarnya kepada Diskominfo Padang, Rabu (28/1/2026).
Berfungsinya kembali DI Lubuk Minturun memberikan dampak signifikan terhadap keberlangsungan pertanian di kawasan tersebut. Irigasi ini mengaliri lahan pertanian seluas kurang lebih 242 hektare dan menopang produktivitas petani setempat.
Adapun aliran air menjangkau lima kelompok tani di bawah Gapoktan Fajar Mahkota, yakni Kelompok Tani Simparapan, Labuah Malintang, Bungo Padi, Pagai 1, dan Pagai 2.
Meski demikian, para petani berharap Pemerintah Kota Padang terus memberi perhatian terhadap kondisi infrastruktur irigasi. Mereka meminta perbaikan pada sejumlah jaringan yang masih mengalami kerusakan agar distribusi air dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
“Kami berharap jaringan irigasi yang masih rusak dapat segera diperbaiki, supaya ke depan aliran air tetap lancar dan merata,” tutup perwakilan Gapoktan.






