Berita

Butuh Kalaborasi Guna Tanggulangi Krisis Air Bersih di Padang

1
×

Butuh Kalaborasi Guna Tanggulangi Krisis Air Bersih di Padang

Sebarkan artikel ini
(Ket Photo: Pendistribusian air bersih di Bukit karan RT 03 RW 012 kelurahan Rawang kec. Padang Selatan)

PADANG- Krisis air di kota Padang pasca bencana semakin mengkhawatirkan, beberapa wilayah tampak kesulitan untuk mendapatkan air bersih sehingganya pemerintah Kota Padang menyalurkan air bersih melalui tangki tangki yang langsung ke lokasi tempat tinggal warga.

Wali Kota Padang, Fadly Amran telah menegaskan bahwa pemulihan layanan air bersih menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah. Terganggunya distribusi air saat ini merupakan dampak langsung dari kerusakan infrastruktur vital akibat banjir bandang, termasuk fasilitas intake milik PDAM.

“Kerusakan tersebut menyebabkan pasokan air ke masyarakat belum dapat berjalan normal seperti semula”, ujarnya
kepada awak media usai menghadiri Grand Opening BYD di Kecamatan Kuranji, Selasa (27/1/2026).

Sejumlah langkah telah dan sedang dijalankan, mulai dari pemulihan unit intake yang rusak hingga penggantian pipa-pipa terdampak. Meski demikian, Fadly mengakui bahwa sebagian perbaikan masih bersifat sementara sehingga kualitas layanan belum sepenuhnya pulih.

Selain perbaikan teknis, Pemko Padang juga mengedepankan kolaborasi lintas lembaga dalam menangani persoalan ini. Penanganan krisis air bersih tidak hanya dibebankan kepada PDAM, tetapi melibatkan berbagai instansi, mulai dari pemerintah kota dan provinsi, Balai Wilayah Sungai (BWS), hingga koordinasi dengan kementerian terkait.

“Ini bukan semata persoalan PDAM, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah kota, provinsi, hingga balai dari kementerian saat ini sama- sama bekerja untuk memaksimalkan distribusi air bersih kepada masyarakat terdampak,” kata Fadly.

Diharapkan sinergi seluruh pihak, distribusi air bersih di Kota Padang dapat kembali normal secepatnya dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara optimal.