TANAH DATAR – Kecelakaan maut terjadi di Jorong Pincuran Tinggi, Nagari Panyalaian, Kabupaten Tanah Datar, Senin (26/1/2026) sekitar pukul 08.30 WIB. Insiden ini merenggut lima korban jiwa dan menyebabkan empat orang lainnya mengalami luka -luka.
Peristiwa nahas tersebut melibatkan satu unit truk trailer bermuatan pupuk, satu truk box, serta sejumlah sepeda motor. Wakapolda Sumatera Barat turun langsung ke lokasi untuk meninjau tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus memastikan penanganan awal oleh petugas berjalan optimal.
Berdasarkan keterangan awal di lapangan, truk trailer bernomor polisi BK 9634 XA yang melaju dari arah Bukittinggi menuju Padang Panjang diduga mengalami gangguan pengereman. Kendaraan tersebut kemudian menabrak bagian belakang truk box BA 8089 NU yang berada di depannya.
Akibat benturan keras tersebut, truk box terdorong ke depan dan menyerempet beberapa sepeda motor yang melintas di jalur yang sama. Truk trailer lalu terus melaju tak terkendali hingga menghantam sepeda motor Honda Vario BA 6624 LAD, pangkalan ojek, sejumlah pejalan kaki, serta warung milik warga di sisi kiri jalan, sebelum akhirnya berhenti di pekarangan rumah penduduk.
Wakapolda Sumbar mengungkapkan, hasil sementara dari rekaman CCTV yang diamankan menunjukkan truk trailer melaju dengan kecepatan cukup tinggi saat kejadian.
“Dugaan awal memang mengarah pada rem blong, namun penyebab pastinya masih kami dalami melalui proses penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya di lokasi.
Dalam kejadian ini, lima orang dinyatakan meninggal dunia, yakni YRF (32) pengendara sepeda motor, EFB selaku penumpang, DF pejalan kaki, BHS (37) pengemudi truk trailer, serta satu korban lainnya yang masih dalam proses identifikasi. Sementara empat korban lain mengalami luka-luka dan saat ini menjalani perawatan medis.
Wakapolda mengatakan, bahwa ruas jalan di lokasi kejadian dikenal sebagai jalur rawan kecelakaan karena kondisi jalan yang menurun dan cukup terjal. Pihak kepolisian pun kembali mengingatkan para pengemudi, khususnya kendaraan berat, untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan, terutama kendaraan besar dari luar daerah, agar mengutamakan keselamatan, mengendalikan kecepatan, dan mematuhi rambu lalu lintas. Jalur ini merupakan kawasan padat aktivitas warga, termasuk anak-anak sekolah,” katanya.
Ke depan, Polda Sumatera Barat bersama pemerintah daerah akan mengkaji pengaturan jam operasional kendaraan berat guna mencegah kecelakaan serupa terulang. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah pembatasan waktu melintas bagi truk bermuatan berat seperti pupuk dan semen.






