Nasional

Proyek Flyover Sitinjau Lauik dan Tol Padang –Sicincin Progres Positif

2
×

Proyek Flyover Sitinjau Lauik dan Tol Padang –Sicincin Progres Positif

Sebarkan artikel ini
(Ket Photo: Proyek Flyover Sitinjau Lauik dan Tol Padang –Sicincin Progres Positif)

PADANG- Pembangunan infrastruktur strategis di Sumatera Barat terus menunjukkan perkembangan menggembirakan. Dua proyek besar, yakni Flyover Sitinjau Lauik dan Jalan Tol Padang– Sicincin, kini mencatatkan progres signifikan dan diharapkan menjadi pengungkit konektivitas serta pertumbuhan ekonomi daerah.

Proyek Flyover Sitinjau Lauik resmi dimulai melalui kegiatan groundbreaking oleh Menteri Pekerjaan Umum pada Mei 2025. Hingga Januari 2026, progres fisik pembangunan flyover tersebut telah mencapai 10,348 persen. Saat ini, pekerjaan konstruksi tengah difokuskan pada pemasangan pilar -pilar jembatan utama, khususnya di area jembatan 2, yang menjadi salah satu titik krusial proyek.

Selain pengerjaan fisik, aspek pembebasan lahan juga terus dikebut. Pemerintah Kota Padang saat ini tengah mempercepat proses verifikasi terhadap 23 bidang lahan yang dinilai vital demi kelancaran pembangunan. Upaya ini dilakukan untuk menghindari potensi hambatan sektoral yang dapat mengganggu jadwal proyek.

Pemerintah menargetkan seluruh proses administrasi lahan dapat segera dirampungkan agar target operasional flyover pada Agustus 2027 tetap terjaga.

Flyover Sitinjau Lauik dibangun sepanjang 2,78 kilometer dan dikerjakan oleh PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik dengan nilai investasi sekitar Rp2,79 triliun. Proyek ini menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dan diharapkan mampu meningkatkan keselamatan serta kelancaran lalu lintas di jalur rawan kecelakaan tersebut.

Sementara itu, proyek Jalan Tol Padang– Sicincin juga memasuki tahap akhir menuju operasional penuh. Seksi Padang –Sicincin telah dinyatakan siap beroperasi, sehingga diharapkan dapat mendukung konektivitas ekonomi dan mempercepat mobilitas barang serta jasa di Sumatera Barat.

Untuk kelanjutan proyek, Kementerian Pekerjaan Umum telah menyetujui pembangunan seksi Sicincin– Bukittinggi. Konstruksi lanjutan ini dijadwalkan mulai dikerjakan pada akhir 2026.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat pun menyatakan komitmennya untuk melakukan pendekatan langsung kepada masyarakat guna memperlancar proses pembebasan lahan di sepanjang rute menuju Bukittinggi.

Hal itu dibicarakan pada Rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) serta konsinyering isu pembebasan lahan di Hotel Santika Padang, Jumat (23/1/2026).