PADANG – Isra Mi’raj merupakan salah satu peristiwa agung dalam perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW yang sarat dengan nilai spiritual dan keimanan. Peristiwa ini menandai dua perjalanan luar biasa yang berlangsung hanya dalam satu malam, yakni Isra dan Mi’raj, yang menjadi bukti kebesaran Allah SWT.
Isra adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Mekah menuju Masjidil Aqsa di Palestina. Dalam perjalanan tersebut, Rasulullah SAW ditemani Malaikat Jibril dan menunggangi makhluk istimewa bernama Buraq. Perjalanan ini menjadi awal dari rangkaian peristiwa yang luar biasa.
Setelah tiba di Masjidil Aqsa, Rasulullah SAW melanjutkan perjalanan Mi’raj, yaitu kenaikan menuju langit -langit hingga mencapai Sidratul Muntaha, batas tertinggi yang tidak dapat dilampaui makhluk mana pun. Dalam perjalanan ini, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan para nabi pada setiap lapisan langit sebagai bentuk penguatan dan penghormatan atas kenabiannya.
Puncak Isra Mi’raj terjadi ketika Rasulullah SAW menerima perintah langsung dari Allah SWT untuk melaksanakan salat. Awalnya, kewajiban tersebut berjumlah 50 waktu dalam sehari semalam. Namun, atas permohonan Nabi Muhammad SAW dan saran Nabi Musa AS, kewajiban itu diringankan hingga menjadi lima waktu salat, tanpa mengurangi nilai pahalanya.
Peristiwa Isra Mi’raj mengandung banyak hikmah penting bagi umat Islam. Selain menjadi mukjizat yang menunjukkan kekuasaan Allah SWT, peristiwa ini juga menegaskan kedudukan istimewa Nabi Muhammad SAW di sisi-Nya. Lebih dari itu, Isra Mi’raj menjadi fondasi utama kewajiban salat lima waktu serta momentum untuk memperkokoh iman dan ketakwaan umat.
Di Indonesia, peringatan Isra Mi’raj setiap 27 Rajab rutin dilaksanakan melalui berbagai kegiatan keagamaan seperti pengajian dan tausiah.
Jatuh pada hari Jumat tanggal 16 Januari 2026. Momentum ini dimanfaatkan umat Islam untuk kembali merenungi makna salat serta meneladani keteguhan iman Nabi Muhammad SAW.





