SUMBAR -Pos Pendamping Nasional di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mengintensifkan operasi modifikasi cuaca (OMC) guna mendukung penanganan darurat pascabencana di tiga provinsi di Pulau Sumatra, Kamis (8/1).
Hingga pukul 16.30 WIB, BNPB mencatat sebanyak 25 sorti penerbangan OMC telah dilaksanakan di wilayah Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar). Operasi ini difokuskan pada daerah-daerah terdampak bencana untuk menekan potensi hujan ekstrem sekaligus mempercepat proses pemulihan infrastruktur.
Di Provinsi Sumut, dua pesawat jenis fixed-wing yang beroperasi dari Bandara Kualanamu melakukan enam sorti penyemaian dengan total bahan semai mencapai 6.000 kilogram. Upaya tersebut diarahkan untuk mendukung percepatan perbaikan jembatan dan ruas jalan, normalisasi aliran sungai, serta pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak.
Pantauan cuaca di Sumut menunjukkan hujan dengan intensitas ringan terjadi di wilayah Tapanuli Utara, Langkat, dan Mandailing Natal. Sementara hujan lebat terdeteksi mengguyur kawasan Humbang Hasundutan.
Sementara itu, di Provinsi Aceh, operasi modifikasi cuaca dilaksanakan sebanyak sembilan sorti. Hujan ringan terpantau di Pidie, Pidie Jaya, Bener Meriah, dan Aceh Tamiang. Adapun hujan dengan intensitas sedang terjadi di Aceh Utara, Lhokseumawe, serta Aceh Timur. Berbeda dengan wilayah lain, kawasan Aceh Tengah dilaporkan tidak mengalami hujan hingga sore hari.
Provinsi Sumbar menjadi wilayah dengan jumlah sorti terbanyak, yakni 11 sorti penerbangan. Meski demikian, hujan ringan masih terpantau di Solok, Kota Padang, dan wilayah hulu provinsi tersebut. Sementara itu, cuaca relatif kering tercatat di Agam, Padang Pariaman, Padang Panjang, serta Pasaman Barat.
Operator OMC menyebutkan pertumbuhan awan lokal cukup masif di sejumlah wilayah prioritas dan berpotensi memicu hujan. Namun demikian, tidak seluruh awan tersebut dapat terpantau secara optimal oleh radar cuaca.
Kondisi ini mendukung pertumbuhan awan konvektif yang diperkuat oleh pertemuan angin dan mekanisme konvergensi, sehingga meningkatkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang.
BNPB juga menyesuaikan teknik penyemaian dalam pelaksanaan OMC, terutama di wilayah dengan topografi relatif tinggi. Saat ini, Pos Pendamping Nasional mengoperasikan sembilan armada OMC yang tersebar di tiga provinsi, terdiri dari empat unit di Aceh, tiga unit di Sumbar, dan dua unit di Sumut.
Operasi modifikasi cuaca telah berlangsung selama sepekan terakhir dan dilakukan selama 24 jam untuk mendukung penanganan darurat pascabencana.





