PADANG PARIAMAN — Pascabencana banjir galodo yang melanda Sumatera Barat pada akhir November 2025 lalu, pemerintah pusat dan daerah terus mengakselerasi upaya rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) guna memulihkan kehidupan masyarakat terdampak.
Salah satu langkah konkret dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak di Nagari Anduring, Kecamatan Asam Pulau, Kabupaten Padang Pariaman.
Gubernur Mahyeldi dan Mentri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam dalam rapat koordinasi Rehab- Rekon di kantor gubernur Sumbar telah menekankan kepada para kepala daerah untuk mempercepat proses pendataan warga terdampak.
“Sebanyak 34 unit huntara ditargetkan segera rampung dan dapat dihuni dalam waktu dekat”, sebut anggota BPBD Padang.
Proses pembangunan huntara ini melibatkan kolaborasi lintas instansi, mulai dari BNPB, BPBD Kabupaten Padang Pariaman, Dinas Pekerjaan Umum, hingga personel Brimob Polda Sumatera Barat.
Sinergi tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan pascabencana sekaligus memastikan kualitas hunian yang dibangun.
Saat ini, progres pembangunan menunjukkan hasil signifikan. Sebanyak 10 unit huntara telah memasuki tahap akhir penyelesaian, sementara 24 unit lainnya masih dalam proses pengerjaan.
Pembangunan hunian sementara ini menjadi bagian penting dari upaya pemerintah untuk menyediakan tempat tinggal yang aman, layak, dan bermartabat bagi warga terdampak, sembari menunggu pembangunan hunian permanen.
Pemerintah memastikan seluruh tahapan rehab -rekon dilakukan secara bertahap dan terencana agar pemulihan masyarakat berjalan optimal.





