Berita

Lobang Sinkhole di Nagari Situjuh Airnya Bukan Untuk Diminum

0
×

Lobang Sinkhole di Nagari Situjuh Airnya Bukan Untuk Diminum

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

LIMAPULUH KOTA — Pemerintah daerah terus memberi perhatian serius terhadap kemunculan fenomena tanah berlubang (sinkhole) di area persawahan Pombatan, Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota. Upaya pengawasan dan kajian lanjutan dilakukan untuk menjamin keselamatan warga di sekitar lokasi.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota serta sejumlah instansi teknis melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi tanah dan kualitas air yang menggenang di dalam lubang tersebut.

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, saat meninjau langsung lokasi pada Minggu (11/1/2026), mengimbau masyarakat agar tidak memanfaatkan air dari dalam sinkhole untuk konsumsi sehari-hari. Imbauan ini disampaikan menyusul hasil kajian awal Badan Geologi serta pemeriksaan Dinas Kesehatan.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan pH air berada di bawah 6,5 dan mengandung bakteri cukup tinggi. Karena itu, air ini tidak dianjurkan untuk diminum langsung, kondisinya kurang lebih seperti air sungai,” ujar Vasko.

Baca Juga  Ribuan Warga Padang Meriahkan Senam Massal Gebyar KORMI di Aie Pacah

Vasko mengatakan kemunculan sinkhole merupakan fenomena alam dan tidak berkaitan dengan hal -hal mistis ataupun klaim air berkhasiat menyembuhkan penyakit.

“Tidak ada kaitannya dengan penyembuhan penyakit atau manfaat kesehatan tertentu. Itu perlu diluruskan,” katanya.

Warga diminta untuk mematuhi batas pengamanan yang telah ditetapkan. Untuk sementara, jarak aman minimal 50 meter dari bibir lubang harus dijaga karena kondisi tanah masih berpotensi mengalami amblasan lanjutan.

Secara kimiawi, hasil pemeriksaan menunjukkan kandungan total zat terlarut (TDS) dan besi (Fe) masih berada dalam ambang batas aman. Namun, tingginya bakteri e-Coli membuat air tersebut tidak layak dikonsumsi tanpa pengolahan. Jika terpaksa digunakan, air harus melalui proses perebusan terlebih dahulu.

Kajian lanjutan masih dilakukan oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumbar bersama Badan Geologi. Hasil kajian komprehensif ini nantinya akan menjadi dasar rekomendasi teknis bagi Bupati Limapuluh Kota dalam menentukan kebijakan pengamanan dan pemanfaatan kawasan terdampak.

Baca Juga  Ikon Transportasi Pesisir Jadi Gerbang Budaya dan Pariwisata Kota Pariaman

Kepala Dinas ESDM Sumbar, Helmi, menyebutkan bahwa tim Badan Geologi telah melakukan studi lapangan selama beberapa hari terakhir. Namun, untuk memastikan penyebab amblasan secara menyeluruh, masih dibutuhkan peralatan tambahan serta dukungan logistik guna mendalami aspek geologis di lokasi.

Diketahui sebelumnya, sinkhole tersebut muncul secara mendadak pada Minggu (4/1/2025) siang di lahan sawah milik seorang warga bernama Adrolmios (61). Peristiwa itu diawali suara gemuruh menyerupai ledakan, sebelum tanah yang telah retak akibat kemarau tiba- tiba amblas dan membentuk lubang berisi air dengan kedalaman diperkirakan mencapai 20 meter.