PADANG — “Pemerintah Kota Padang berkomitmen untuk proses pemulihan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana”, sebut Walikota Fadly Amran saat meninjau lokasi terdampak banjir di Gurun Laweh, Kecamatan Nanggalo, Selasa (6/1-2026).
Dilokasi Fadly Amran mengapresiasi keberadaan posko bantuan bersama yang dikelola Yayasan Dareliman Peduli dan UPI YPTK. Posko menyalurkan bantuan logistik, aktif juga mendukung perbaikan aliran sungai serta membantu warga memperbaiki rumah terdampak bencana.
“Kontribusi UPI YPTK, Yayasan Dareliman Peduli, dan para relawan sangat kami hargai. Kolaborasi seperti ini penting agar masa transisi pemulihan pascabencana dapat berjalan dengan baik,” ujar Fadly.
Ia mengatakan, warga terdampak yang tidak menempati Hunian Sementara (Huntara) telah menerima Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp600 ribu per bulan. Hingga kini, total penerima DTH di Kota Padang mencapai 370 orang.
Selain itu, Fadly menjelaskan bahwa pemerintah pusat akan menyalurkan bantuan berdasarkan tingkat kerusakan rumah warga. Bantuan sebesar Rp15 juta diberikan untuk rumah rusak ringan, Rp30 juta untuk rusak sedang, sementara rumah rusak berat atau hanyut akan dibangunkan hunian tetap.
“Seluruh rumah warga telah didata. Bantuan akan disesuaikan dengan kondisi kerusakan masing -masing,” katanya.
Ketua Yayasan Muhammad Elvi Syam, menyebutkan posko bersama di Gurun Laweh telah beroperasi sejak akhir November 2025. Posko tersebut menyediakan dapur umum gratis dengan layanan makan tiga kali sehari, serta dapur hangat berupa makanan ringan bagi warga.
Rektor UPI YPTK Muhammad Ridwan juga menyatakan kesiapan institusinya untuk terus bersinergi dengan Pemko Padang. Ada sekitar 400 mahasiswa siap terlibat sebagai relawan sesuai kebutuhan di lapangan.
“Kami siap mengikuti asesmen dari Pemko Padang agar bantuan yang diberikan benar -benar tepat sasaran,” kata dia.





