PADANG – Gubernur meninjau lokasi terdampak bencana hidrometeorologi di Nagari Pancuang Taba, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, Kamis (1/1/2026) untuk memastikan kondisi lapangan sekaligus mengecek kesiapan penanganan pascabencana.
Mahyeldi berdialog dengan masyarakat serta aparatur nagari guna mendengar langsung keluhan dan kebutuhan mendesak akibat bencana.
Kehadiran pemerintah di lokasi bencana menjadi bentuk tanggung jawab negara dalam memastikan keselamatan dan pemulihan masyarakat berjalan optimal.
Pemerintah provinsi, kata Mahyeldi, terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan unsur terkait agar penanganan darurat dapat dilakukan secara cepat dan terarah.
Diharapkan seluruh perangkat daerah terkait untuk memperkuat koordinasi, terutama dalam pembersihan material sisa bencana, penanganan darurat, serta pendataan kerusakan dan kebutuhan warga.
Kepada masyarakat diingatkan agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih belum stabil.
Gubernur Mahyeldi memastikan dukungan anggaran untuk penanganan bencana di Kabupaten Pesisir Selatan telah disiapkan. “Total bantuan yang dialokasikan mencapai lebih dari Rp5,7 miliar, terdiri dari Rp4 miliar bantuan Presiden Republik Indonesia dan Rp1,73 miliar dari Belanja Tidak Terduga (BTT) Provinsi Sumatera Barat”, ujarnya.
Dikatakan, seluruh dana tersebut telah ditransfer ke Kas Daerah Kabupaten Pesisir Selatan pada akhir Desember 2025 dan siap digunakan untuk penanganan tanggap darurat.
Jika kebutuhan di lapangan meningkat, pemerintah provinsi membuka peluang penyesuaian anggaran sesuai usulan dan kondisi daerah.





