PADANG -PSSI resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih Indra Sjafri pada Desember 2025, menyusul kegagalan Tim Nasional Indonesia U-23 di ajang SEA Games 2025 yang berlangsung di Thailand. Keputusan diambil setelah skuad Garuda Muda tersingkir di fase grup dan gagal melaju ke babak semifinal, hasil tersebut dinilai jauh dari target yang ditetapkan.
Kegagalan di SEA Games 2025 menjadi faktor utama pencopotan Indra Sjafri dari kursi pelatih Timnas U-23. Sebelumnya, pada Februari 2025, Indra juga telah diberhentikan dari posisi pelatih Timnas U-20 usai gagal membawa tim lolos ke perempat final Piala Asia U-20 2025, yang sekaligus memupus peluang Indonesia tampil di Piala Dunia U-20.
Selain dicopot dari jabatan pelatih, Indra Sjafri dikabarkan sudah tidak lagi memiliki peran apa pun di lingkungan PSSI.
Situasi ini turut berdampak pada struktur manajemen tim nasional.
Manajer Timnas Indonesia Sumardji, juga dilaporkan menyatakan pengunduran diri dari jabatannya menyusul keputusan PSSI tersebut. “Berkaitan dengan kerja saya turut mendampingi di sea games, saya akan menyerahkan tugas dan tanggungjawab saya di tim Nasional”, ujarnya pada keterangan.
PSSI menegaskan bahwa langkah ini diambil secara profesional dan sesuai dengan kesepakatan kontrak yang berlaku. Sementara itu, Indra Sjafri disebut menerima keputusan tersebut dengan lapang dada.
Meski berakhir kurang baik, Indra Sjafri memiliki catatan prestasi membanggakan bersama tim nasional Indonesia, di antaranya menjuarai Piala AFF U-19 pada 2013 dan 2024, Piala AFF U-22 tahun 2019, serta meraih medali emas SEA Games 2023.





