PADANG -Indonesia merupakan negara majemuk yang kaya akan keberagaman agama, kepercayaan, suku, dan budaya. Di tengah realitas sosial ini, penanaman sikap saling menghargai dan tenggang rasa menjadi syarat mutlak agar kehidupan bermasyarakat tetap berjalan harmonis.
Menyadari urgensi tersebut, sekelompok mahasiswa Universitas Andalas yang tergabung dalam Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Pancasila melaksanakan kegiatan sosialisasi bertajuk “Toleransi dan Moderasi Beragama” di SMPN 1 Padang pada 14 November 2025.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh peran strategis siswa sebagai generasi penerus yang akan mewarisi nilai -nilai toleransi dalam interaksi sehari-hari. Namun, tantangan seperti stereotip, prasangka, hingga tekanan kelompok seringkali menjadi hambatan bagi siswa dalam mengimplementasikan nilai- nilai tersebut secara nyata.

Melalui proyek ini, mahasiswa berupaya memberikan pemahaman komprehensif untuk mencegah konflik sosial dan membangun hubungan antar pelajar yang lebih sehat.
Dalam pelaksanaannya, tim mahasiswa menerapkan pendekatan partisipatif dan edukatif untuk memastikan materi tersampaikan dengan efektif kepada siswa SMP. Rangkaian kegiatan dimulai dengan pemaparan materi mengenai konsep toleransi dan moderasi beragama menggunakan bahasa yang sederhana.
Berdasarkan rujukan Kementerian Agama RI (2019), ditekankan bahwa moderasi beragama adalah cara pandang yang moderat, tidak ekstrim, serta mengedepankan nilai keadilan dan kemanusiaan.
Untuk mencairkan suasana, kegiatan juga diselingi dengan sesi ice breaking berupa permainan interaktif berhadiah. Selain itu, terdapat sesi berbagi pengalaman (sharing session) di mana siswa diajak untuk bercerita mengenai perbedaan yang mereka temui di lingkungan sekitar dan bagaimana cara menyikapinya.
Pendekatan ini bertujuan agar nilai -nilai Pancasila, khususnya Sila ke-1, ke-2, dan ke-3, tidak hanya menjadi teori tetapi dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan SMPN 1 Padang dapat terus mempertahankan lingkungan sekolah yang damai dan saling menghormati tanpa memandang latar belakang perbedaan. Sinergi antara dunia pendidikan dan mahasiswa ini menjadi langkah nyata dalam membangun generasi muda yang siap menjadi pelopor perdamaian, guna memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih satu jam ini diakhiri dengan refleksi bersama dan pembacaan komitmen toleransi, menandai langkah awal siswa untuk menjadi agen perubahan di lingkungan sosial mereka.
Ditulis oleh: Kelompok 2 Pancasila FEB 08 UNAND.





