PADANG- Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi satu orang anak buah kapal (ABK) Kapal Besiktas Kazakhstan yang mengalami kondisi darurat medis di perairan Sumatera Barat, Kamis (19/12).
Proses evakuasi medis udara (EMU) dilakukan menggunakan helikopter dan berlangsung aman hingga korban mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Informasi permintaan medevac diterima dari kapten Kapal Besiktas Kazakhstan, Cihan Altinok, pada Rabu (18/12) pukul 15.33 GMT. Kapal berbendera Kepulauan Marshall tersebut tengah berlayar dari Indonesia menuju India dan berada sekitar 30 nautical mile (NM) arah barat dari Pelabuhan Barau Bungus.
Korban diketahui bernama Mamerto Jr. Mangadlao Mongado (51), berkewarganegaraan Filipina. Setelah tim SAR gabungan bergerak menuju titik koordinat panggilan, petugas dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) terlebih dahulu melakukan pemeriksaan medis dan memastikan tidak terdapat penyakit menular sebelum proses evakuasi dilakukan.
Sebelumnya, Helikopter HR-3604 lepas landas dari Lanud Sutan Sjahrir dan mengevakuasi korban dari kapal untuk kemudian diterbangkan kembali ke Padang.
“Korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Dr. M. Djamil Padang guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut”, ujar Tim SAR.
Dengan keberhasilan evakuasi tersebut, operasi SAR resmi ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke instansi masing- masing. Dikatakan, selama operasi berlangsung, kondisi cuaca di perairan Sumatera Barat terpantau cerah berawan.





