PADANG – Rektor Universitas Negeri Padang (UNP), Dr. Ir. Krismadinata, S.T., M.T., menyaksikan kegiatan pembekalan dan pelepasan sebanyak 2.232 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNP Tahun 2025. Pelepasan mahasiswa tersebut dilakukan langsung oleh Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, didampingi Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Desa, Desa Tertinggal, dan Desa Tertentu Kemenko PM, Prof. Dr. rer.nat. Abdul Haris, Selasa (17/12/2025).
Dalam sambutannya, Rektor UNP menyampaikan bahwa UNP sebagai perguruan tinggi tertua di Sumatera yang berdiri sejak 1954 diresmikan oleh Menteri Kebudayaan saat itu, Mr. Muhammad Yamin, telah melalui berbagai fase perkembangan. Mulai dari PTPG Batusangkar, FKIP Universitas Andalas, IKIP Padang, hingga resmi menjadi Universitas Negeri Padang pada 1999, dan bertransformasi menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) melalui PP Nomor 114 Tahun 2021.
“Alhamdulillah, saat ini UNP memiliki 10 fakultas, dua sekolah, dan 153 program studi, dengan jumlah mahasiswa mencapai 54 ribu orang. Sebanyak 33 persen di antaranya berasal dari 28 provinsi di Indonesia,” ujar Rektor.
Berlandaskan filosofi pendidikan Minangkabau Alam Takambang Jadi Guru, UNP menjalankan visi dan misi Tridharma Perguruan Tinggi dengan mengedepankan nilai-nilai budaya lokal berorientasi global. Salah satunya diwujudkan melalui pelaksanaan program KKN Berdampak.
Sejalan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi terkait Dikti Berdampak, UNP mentransformasi penyelenggaraan KKN dari sekadar kegiatan akademik menjadi gerakan perubahan berkelanjutan yang berorientasi pada pencapaian dampak nyata berbasis prinsip-prinsip kelas dunia dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Adapun SDGs prioritas UNP dalam program KKN meliputi pengentasan kemiskinan (SDGs 1), pencegahan stunting dan ketahanan pangan (SDGs 2), kesehatan (SDGs 3), peningkatan kualitas pendidikan (SDGs 4), penguatan kesetaraan gender (SDGs 5), infrastruktur dan inovasi (SDGs 9), serta penanganan perubahan iklim (SDGs 13).
Program KKN UNP diharapkan memberikan manfaat langsung bagi nagari dan desa di Sumatera Barat, antara lain peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi, penguatan pemberdayaan masyarakat, serta terciptanya dampak sosial dan ekonomi yang positif.
Selain itu, UNP juga melakukan berbagai terobosan institusional, seperti pendirian Konfusius Institut, Migran Center, serta Sekolah Rakyat, menjadikan UNP sebagai satu -satunya perguruan tinggi negeri di Sumatera yang mengadopsi model tersebut. UNP juga tercatat sebagai PTN kedua terbanyak secara nasional dalam memfasilitasi mahasiswa penerima Program KIP Kuliah.
Rektor UNP juga menyinggung bencana hidrometeorologi berupa banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, khususnya Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, sejak akhir November hingga Desember 2025. Bencana tersebut tidak hanya merusak permukiman dan infrastruktur, tetapi juga menimbulkan dampak sosial, ekonomi, dan psikologis bagi masyarakat.
“Melalui program pengabdian masyarakat, UNP, termasuk mahasiswa KKN siap berada di garda terdepan dalam penanganan dan rekonstruksi pascabencana,” ujarnya.
Saat ini, UNP telah mendirikan 10 posko di wilayah terdampak, menerjunkan ratusan relawan dari unsur mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, alumni, serta mitra UNP, serta menghimpun donasi melalui UNP Charity.
UNP juga menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dengan Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat dalam upaya pemulihan masyarakat pascabencana.





