Nasional

Bencana Sumbar Korban Bertambah, Infrastruktur Mulai Dipulihkan

5
×

Bencana Sumbar Korban Bertambah, Infrastruktur Mulai Dipulihkan

Sebarkan artikel ini
(Ket photo: Bencana Sumbar Korban Bertambah, Infrastruktur Mulai Dipulihkan)

PADANG -Sumatera Barat masih menghadapi situasi memprihatinkan pascabanjir bandang dan longsor. Jumlah korban jiwa terus bergerak, sementara upaya pemulihan akses dan relokasi warga dipercepat pemerintah.

Korban Jiwa Terus Bertambah. Berdasarkan data BNPB per 10 Desember 2025, total korban bencana mencapai 351 jiwa. Sebanyak 238 orang meninggal dunia, sementara 93 lainnya masih dalam pencarian.
Korban tersebar di sejumlah daerah seperti Agam, Tanah Datar, Padang Pariaman, dan Pesisir Selatan. Dinamika laporan warga serta proses identifikasi jenazah membuat angka korban terus berubah.

Relokasi Jadi Prioritas Pemerintah. Relokasi permanen dan sementara menjadi langkah jangka panjang bagi warga yang kehilangan rumah atau tinggal di zona merah.

Di Kabupaten Agam, pemerintah daerah juga mulai membangun hunian sementara untuk ratusan kepala keluarga yang rumahnya rusak berat.

(Ket photo: doc BNPB) 

Dilaporkan Akses Jalan Mulai Pulih. Kerusakan akses jalan menjadi kendala utama penanganan awal. Sejumlah jalur vital sempat tertutup longsor dan material banjir, termasuk putusnya listrik dan komunikasi.

Berkat upaya Kementerian PUPR dan tim gabungan, ruas nasional Jalan Padang– Bukittinggi via Lembah Anai kini sudah dapat dilalui, meski beberapa titik masih dalam perbaikan darurat untuk melancarkan arus logistik dan bantuan.

Pemerintah Kota Padang saat ini telah menyediakan 80 unit hunian sementara di Kampung Nelayan, Koto Tangah, serta menyiapkan pembangunan rumah permanen tipe 45 bagi korban yang kehilangan tempat tinggal.

Aksi Gotong Royong terus dilakukan berbagi elemen masyarakat, diantaranya tim gabungan Pemko bersama TNI/Polri, Satpol PP, Damkar, DLH, ASN, dan warga melakukan gotong royong di Guo Lubuk Tempurung, Kecamatan Kuranji, Jumat (12/12). Pembersihan difokuskan pada tumpukan kayu, sampah, dan lumpur yang menutup Jalan Guo.

Data terbaru posko kebencanaan dan Dinas Kominfotik provinsi Sumatera Barat per 10 Desember data korban terus meninggal 238 jiwa dimana 205 diantaranya sudah teridentifikasi Koban terbanyak berasal dari kabupaten Agam mencapai 150 jiwa.

“Ada 24 jenazah yang belum teridentifikasi kewajiban kita menyelenggarakan sholat jenazah mereka, seluruhnya sudah dimandikan dan dikafani”, ujar sekda Sumbar Arry Yuswandi sebelum pemakaman massal dibungus kota Padang. (10/12)

Di Kota Padang sendiri tercatat sebelas jiwa meninggal dunia setelah dibawa banjir bandang yang menerjang Kota Padang, 28 November 2025 lalu. Dua di antaranya hilang sampai sekarang.

Kalaksa BPBD Padang, Hendri Zulviton menyebut, pencarian warga hilang terus dilakukan hingga saat ini. Kedua warga yang hilang merupakan warga Kampung Apar, Kelurahan Koto Panjang, Kecamatan Koto Tangah.

“Hingga kini kami terus melakukan pencarian dua warga yang hilang,” ungkap Hendri Zulviton kepada Dsikominfo, Jumat (12/12/2025).