PADANG – Sumatra Barat kembali dilanda hujan deras disertai angin kencang sejak Selasa malam. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pemerintah Provinsi Sumbar sebelumnya telah mengingatkan masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai untuk tetap waspada dan siap mengantisipasi potensi bencana susulan.
Akibat cuaca ekstrem tersebut dilaporkan jalur lintas Padang–Solok dilaporkan macet. Pengendara diminta berhati-hati karena kawasan tersebut juga masuk zona rawan longsor.
Hujan berintensitas tinggi sepanjang malam menyebabkan sejumlah pemukiman warga di Muaro Pingai, Kabupaten Solok, kembali terendam banjir pada Rabu (10/12) pagi. Kondisi serupa juga terjadi di Batang Anai, di mana tingginya curah hujan membuat aliran sungai meluap hingga menggenangi jalan dan permukiman. Beberapa akses jalan yang sempat dibersihkan warga kini tidak lagi bisa dilalui akibat banjir yang kembali meninggi.
Di Batuk Busuk, aliran sungai dilaporkan meluap untuk kedua kalinya. Sejumlah ruas jalan yang sebelumnya dapat dilewati kini kembali terputus. Warga di sekitar lokasi meminta bantuan untuk segera dievakuasi karena kondisi banjir terus memburuk.
Sementara itu, di kawasan Kalawi, Kota Padang, erosi di sepanjang aliran sungai semakin parah akibat derasnya arus air. Beberapa bangunan kian terancam karena tanah penopang terus tergerus.
Begitu juga Perumahan Kubutama di Tabing Banda Gadang. Kondisi tak jauh berbeda terjadi di Lubuak Tampuruang. Debit air Sungai Batang Guo meningkat tajam setelah diguyur hujan dalam durasi panjang. Warga setempat khawatir banjir susulan dapat kembali melanda kapan saja.
“Hujan sepanjang hari ini membuat perumahan daerah kami kembali terendam”, ujar Thamrin warga Kubutama di Tabing Banda Gadang.






