Olahraga

Menjelang Hadapi Borneo, Kabau Sirah Fokus Benahi Lini Serang dan Pertahanan

13
×

Menjelang Hadapi Borneo, Kabau Sirah Fokus Benahi Lini Serang dan Pertahanan

Sebarkan artikel ini
(Ket photo: Tim Kabau Sirah Latihan di Stadion GOR Agus Salim Padang)

IWOSUMBAR.COM, PADANG- Menjelang laga krusial melawan Borneo FC, Semen Padang FC terus berbenah di semua lini, terutama sektor pertahanan dan serangan. Pelatih kepala asal Serbia itu memastikan seluruh pemain dalam kondisi siap tempur, kecuali kiper Teguh Amiruddin dan striker muda Ronaldo Kwateh yang masih menjalani pemulihan cedera jangka panjang.

Manajer Semen Padang FC, Masykur Rauf, dalam keterangan menegaskan bahwa target utama tim dalam pertandingan tersebut adalah meraih tiga poin penuh. Kemenangan dinilai sangat penting untuk mengembalikan kepercayaan diri para pemain sekaligus memperbaiki posisi Kabau Sirah di klasemen sementara.

“Tiga poin sangat berarti agar kami bisa perlahan keluar dari zona degradasi,” ujar Masykur, Jumat (7/11).

Ia tak menampik, rentetan tujuh kekalahan beruntun di liga cukup memengaruhi mental para pemain. Meski demikian, manajemen terus berupaya menumbuhkan semangat dan motivasi agar skuad tetap fokus menghadapi laga -laga berikutnya.

“Kami sadar kekalahan itu berat, tapi sebagian juga karena faktor ketidakberuntungan. Yang penting sekarang bagaimana tim bangkit dan tampil lebih percaya diri,” katanya.

Terkait bursa transfer jeda musim, Masykur mengungkapkan manajemen telah menyiapkan langkah evaluasi bersama tim pelatih untuk mencari tambahan amunisi baru. Ia berharap setelah tur ke Jepara dan Kediri, klub bisa menemukan pemain yang cocok untuk memperkuat tim.

“Nanti tergantung hasil evaluasi pelatih, di posisi mana yang paling membutuhkan. Kami memang masih perlu perbaikan di sektor depan, tengah, sayap, dan belakang,” ucapnya.

Saat ini, Semen Padang FC berada di posisi ke-18 klasemen sementara BRI Super League 2025/2026. Dari 10 laga yang sudah dijalani, Kabau Sirah baru mengantongi 4 poin hasil dari satu kemenangan, satu imbang, dan delapan kekalahan beruntun.