PADANG – Ratusan ribu warga Kota Padang memadati titik-titik evakuasi sementara dalam agenda akbar “Padang Tsunami Drill 2025” yang digelar serentak di delapan kecamatan hari ini, Rabu (5/11).
Latihan kesiapsiagaan bencana terbesar di Indonesia ini bertujuan untuk meningkatkan kecepatan respons dan pemahaman masyarakat tentang alur evakuasi yang benar saat bencana gempa dan tsunami yang sesungguhnya terjadi.
Simulasi yang berlangsung sejak pukul 10.00 hingga 11.00 WIB ini menskenariokan gempa bumi kuat berpotensi tsunami akibat aktivitas segmen megathrust Mentawai, yang memang menjadi ancaman laten di wilayah Sumatera Barat.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh masyarakat dari 45 kelurahan di 8 kecamatan yang tergolong rawan bencana, dengan total partisipan mencapai sekitar Ratusan ribu orang
“Latihan ini adalah bagian dari upaya kita bersama untuk membangun budaya sadar bencana dan meminimalisir risiko apabila bencana alam sewaktu -waktu terjadi,” ujar Fadly di sela-sela pemantauan simulasi.
Masyarakat di zona bahaya diimbau untuk segera melakukan evakuasi mandiri menuju Titik Evakuasi Sementara (TES) yang telah ditetapkan, mengikuti arahan dari petugas di lapangan, dan tidak panik selama proses berlangsung.
Pihak Satpol PP dan BPBD Kota Padang turut dikerahkan untuk memastikan kelancaran dan ketertiban pelaksanaan simulasi. Kegiatan ini diharapkan dapat melatih warga agar lebih sigap dan memahami prosedur evakuasi secara kolektif, sehingga dapat mengurangi potensi jatuhnya korban jiwa di masa mendatang.





