IWOSUMBA.COM, PADANG- Konsumsi sayuran sangat penting untuk kesehatan, namun temuan terbaru menunjukkan bahwa beberapa jenis sayuran populer yang sering ditemui di meja makan masyarakat Indonesia berpotensi tinggi terkontaminasi residu pestisida.
Hal ini memicu kekhawatiran akan dampak jangka panjang terhadap kesehatan konsumen.
Berdasarkan laporan dari berbagai studi, termasuk yang mengacu pada daftar “Dirty Dozen” oleh Environmental Working Group (EWG), beberapa sayuran menunjukkan tingkat residu pestisida yang signifikan jika ditanam secara konvensional.
BAYAM: Sayuran hijau kaya nutrisi ini menempati peringkat tinggi dalam daftar yang sering terkontaminasi pestisida.
TOMAT: Salah satu sayuran yang paling sering digunakan dalam masakan Indonesia, tomat juga termasuk yang paling banyak terkontaminasi pestisida menurut beberapa laporan.
KANGKUNG dan SAWI: Sayuran berdaun hijau lainnya seperti kangkung dan sawi juga ditemukan mengandung berbagai jenis residu pestisida.
MENTIMUN: Studi di IPB menemukan bahwa residu pestisida pada mentimun tergolong tinggi dibandingkan sayuran lain seperti kentang dan kubis.
Penggunaan pestisida yang intensif oleh petani, seringkali untuk mengurangi serangan hama, menjadi penyebab utama tingginya residu ini. Indonesia sendiri termasuk lima besar negara dengan penggunaan pestisida tertinggi di dunia, yang mengindikasikan masalah ini cukup serius.
Bahaya Kesehatan dan Pentingnya Mencuci
Residu pestisida yang menumpuk dalam tubuh dapat menimbulkan risiko kesehatan serius. Oleh karena itu, sangat penting bagi masyarakat untuk mengetahui cara membersihkan sayuran dengan benar.
Para ahli menyarankan beberapa langkah untuk mengurangi paparan pestisida: Selalu cuci sayuran di bawah air mengalir yang bersih untuk menghilangkan kotoran dan residu di permukaan.
Merendam sayuran dalam larutan air garam (sekitar 1 sendok teh garam per wadah air) atau larutan cuka selama 10-15 menit dapat membantu mengurangi residu, diikuti dengan pembilasan menyeluruh dengan air bersih.
Pilih Sayuran Organik: Jika memungkinkan, pilihlah produk organik yang cenderung memiliki tingkat residu pestisida yang lebih rendah.





