Peristiwa

Mahyeldi: 4 Sosok Teman Baik Menurut Al-Qur’an

1
×

Mahyeldi: 4 Sosok Teman Baik Menurut Al-Qur’an

Sebarkan artikel ini

IWOSUMBAR.COM, PADANG – Al-Quran memberikan perhatian khusus terhadap masalah pertemanan, karena setelah pasangan, maka teman adalah yang paling besar memberikan pengaruh pada diri manusia.

Begitu juga setiap orang hendaknya memilih teman yang sesuai dengan karakter dan kepribadiannya atau dengan kata lain, sama dengan dirinya. Kesesuaian tersebut akan sangat membantu dalam mencapai cita-cita setiap muslim untuk bisa termasuk dalam golongan orang-orang yang menempuh jalan yang lurus (Shirotol Mustaqim).

Demikian disampaikan Mahyeldi, saat memberikan tausiah usai sholat Subuh berjemaah di Masjid Agung Baitul Ilmi, Pasaman Barat, Rabu (1/9/2021).

Buya Mahyeldi menyampaikan dua ayat yang menjadi landasan tausiahnya, yakni Surat Al-Fatihah: 6-7 tentang doa yang selalu diulang-ulang seorang muslim agar diberi petunjuk jalan yang benar. Kemudian Surat Annisa: 69 tentang petunjuk serta 4 sosok sebaik-baik teman yang bisa menjadi panutan untuk mencapai jalan lurus tersebut.

Baca Juga  152 Peserta Calon Dosen PPPK Ikuti Seleksi Jabatan Fungsional

“Allah SWT berfirman dalam Surat An-Nisa ayat 69: “Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul (Muhammad) maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang diberikan nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, para pencinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.” ucap Buya Mahyeldi.

“Jadi, agar bisa mendapatkan jalan yang lurus, selain beribadah dan berdoa kepada Allah, kita harus berikhtiar, caranya ialah dekat dengan orang-orang yang telah menjalani jalan lurus tersebut. Berdasarkan ayat ini, tidak ada teman terbaik selain para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang soleh, lanjut Buya.

Kemudian, Buya menjelaskan ciri-ciri orang soleh diantaranya taat beribadah dan menjauhi maksiat, berakhlak terpuji dan bertutur kata yang baik. Selain itu juga suka menasehati dalam kebaikan serta menjaga kewibawaan dan kehormatan diri dari hal-hal yang dianggap kurang pantas di masyarakat.

Baca Juga  Prof Ganefri Lantik 9 Pejabat UNP

“Bukti orang taat pada Allah itu dia patuh pada perintah dan larangan Allah. Diperintahkan Allah dan Rasulnya sholat subuh berjemaah ke masjid, ya dia ikuti. Walaupun hujan dan dingin tak akan menghalanginya untuk taat. Tetap semangat. Itulah tanda taat. Jangan seperti misalnya, pak bupati sudah menetapkan RPJMD seperti ini, tapi kepala dinas mengerjakan yang lain pula,” tutur buya.

Akhir tausiah, Buya Mahyeldi mengajak jamaah agar tetap istiqomah menjalankan ketaatan kepada Allah dan Rasul serta mengikuti jalan yang telah ditempuh oleh para nabi, shiddiqin, para syuhada dan orang-orang sholeh. (**)