Nasional

Pasien Covid- 19 Pasti Bisa Sembuh, Asal Tidak Panik

2
×

Pasien Covid- 19 Pasti Bisa Sembuh, Asal Tidak Panik

Sebarkan artikel ini

JAKARTA- Seseorang yang terinfeksi virus Covid-19 dipastikan dapat disembuhkan, jika memahami prinsip paparan dan infeksi. Demikian diungkap drh. Indro Cahyono saat menjadi narasumber gelaran Konferensi Nasional Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) tentang ‘Perlindungan Diri Menghadapi Covid-19’.

Acara DKR sendiri dilangsungkan melalui zoom meeting, dibuka oleh Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, Jumat, 27 Agustus 2021 lalu.

“Yang membuat banyak korban meninggal dunia adalah akibat kepanikan dari informasi yang salah, sehingga mengambil keputusan yang tidak tepat. Jika faham prinsip penyakit virus maka akan bisa ditangani dengan tenang dan logis sesuai kaidah ilmiah,” sebutnya.

Menurut dokter hewan yang sudah melaksanakan penelitian berbagai virus termasuk Covid 19 selama 16 tahun terakhir ini, data nasional menunjukan bahwa pasien yang terpapar COVID-19 dan sembuh sebanyak 93 persen, yang meninggal 2 persen dan 5 persennya dalam kondisi sakit yang bisa sembuh juga.

Baca Juga  Penumpang Wajib Tahu Aturan Naik KA

“Tidak ada satupun virus yang membunuh manusia secara cepat dalam 5-7 hari di dunia ini kecuali Ebola, ” tegas Indro Cahyono.

Menurutnya, seseorang yang terinfeksi virus akan mengalami gejala demam selama 4 hari + anosmia 2 hari + 3 hari lemas namun akan sembuh di hari 14.

Hal itu sebagai respon tubuh untuk mengenali virus melalui sel memori yang selanjutnya mengeluarkan anti bodi.

“Di hari 1 sampai ke 4 demam. Hari ke 5 sampai hari ke 7 hilang indera penciuman. Hari ke 8 sampai hari ke 10 badan lemah karena energi banyak yang dibutuhkan untuk mengeluarkan anti bodi. Dan di hari ke 11 sampai ke 14 proses sembuh. Jadi jangan pernah takut atau panik,” katanya.

Ia juga menjelaskan, kelebihan COVID-19 ketika sudah menempel di hidung bisa bertahan sampai 5 bulan. Sedangkan kelemahannya cepat mati pada sinar matahari dalam 5 menit. Covid 19 juga mudah hancur atau mati pada pelarut seperti deterjen dan sejenisnya.

Baca Juga  Kapolri Pastikan Pendampingan Edukasi Dana Desa

“Covid-19 tidak tahan pada air laut 3,7%, hancur oleh sinar matahari dan hancur pada asam lambung dengan PH-3,” ujarnya.

Penanganan Orang Komorbid

Indro Cahyono menyarankan kehati-hatian rekan sejawat dokter dalam menangani pasien di rumah sakit.

“Misalnya, pasien yang masuk rumah sakit mengalami sakit jantung. Ketika diswab dianggap positif Covid-19. Lalu dikarantina selama 14 hari. Jangan hanya penyakit Covidnya yang didahulukan penanganannya. Tapi juga harus penyakit utamanya diobati,” katanya.

Apa dibilang, Menurutnya bukan untuk melawan regulasi yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah melainkan mengupayakan rakyat agar bisa mandiri mengatasi penyakit virus tanpa kepanikan.

“Saya tidak mau melawan siapapun. Saya hanya mau hidup normal. Jikalaulah ada orang yang menganggap ini benar silahkan ikuti. Jika tidak, tidak ada paksaan. Saya selalu percaya bahwa penyakit ini bisa diatasi,” kata Indro Cahyono. (rl-iwo)