Peristiwa

Melejitkan Omzet dengan Inovasi -Kisah Sukses Bungo Jaya Chicken Katsu

18
×

Melejitkan Omzet dengan Inovasi -Kisah Sukses Bungo Jaya Chicken Katsu

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072
(Ket photo: Bangunan Bungo Jaya Chicken Katsu (Sumber: Dokumentasi Nayla Syauli Maulani Br Saragih)

PADANG- Dalam dunia kuliner yang terus berkembang, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dituntut untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang pesat. Salah satu kunci utama untuk mencapai tujuan ini adalah melalui strategi inovasi produk. Inovasi bukan sekedar menciptakan sesuatu yang baru, melainkan juga tentang bagaimana produk tersebut dapat memenuhi kebutuhan pasar, memberikan nilai tambahan, dan membedakan diri dari penjual lain.

Disini kita akan membahas apa yang menjadi topik utama dari pembahasan ini, siapa yang menjalankan inovasi ini, dimana UMKM ini beroperasi, kapan inovasi ini mulai diterapkan, dan mengapa inovasi ini penting serta bagaimana mereka berinovasi.

Artikel ini akan mengupas tuntas strategi inovasi produk yang diterapkan oleh “Bungo Jaya”, sebuah UMKM yang bergerak di bidang produk makanan, dengan fokus utama pada produk andalannya yaitu Chicken Katsu (Ket photo: https://gofood.co.id/padang/restaurant/bungo-jaya-cafe-universitas-andalas-da623e74-927d-4a9f-91b80aaf583a806f)

Melalui serangkaian langkah strategis, Bungo Jaya tidak hanya berhasil memperkuat posisinya di pasar lokal, tetapi juga menunjukkan bagaimana inovasi produk dapat menjadi strategi pertumbuhan yang berkelanjutan bagi UMKM di Indonesia.
Inovasi Produk UMKM Chicken Katsu Bungo Jaya, Dari Koki Hotel Hingga Kuliner Viral.

Chicken Katsu Bungo Jaya, sebuah UMKM yang berhasil menarik perhatian masyarakat, tidak hanya karena rasa, tetapi juga karena kisah dibalik pendirinya. Pemiliknya mengungkap perjalanan unik dari seorang koki hotel yang alih profesi menjadi pebisnis kuliner, serta bagaimana strategi inovasi produk mereka berakar pada dedikasi dan optimisme.

Kisah Bungo Jaya dimulai pada tahun 2015. Saat itu sang pemilik memiliki kebutuhan mendesak untuk mencari sumber penghasilan baru. Suaminya, seorang koki profesional di hotel, memutuskan untuk beralih profesi. Dengan bekal keahlian memasak dan pengalaman di dapur profesional, mereka melihat peluang besar dalam dunia kuliner. Pilihan jatuh kepada Chicken Katsu, sebuah hidangan yang sudah dikenal luas namun masih memiliki ruang untuk diinovasi dan disesuaikan dengan selera lokal.

Inovasi yang dilakukan oleh Bungo Jaya besifat organik dan personal. Pengenbangan produk tidak melibatkan tim eksternal. Semua kreasi dan penyempurnaan resep dilakukan secara mandiri, memanfaatkan keahlian koki profesional yang dimiliki oleh sang pemiliknya untuk menciptakan rasa otentik yang digemari pelanggan. Pemiliknya adalah sepasang suami istri di Padang yang bernama Sisnadi sang suami dan Mahdalena sang istri, di mana sang suami adalah seorang mantan koki profesional.

Baca Juga  Depi Dilarikan Buaya di Pasbar Ditemukan Meninggal Dunia

Proses inovasi ini tidak hanya berfokus pada rasa, tetapi juga pada efisiensi. Mereka belajar untuk memaksimalkan bahan baku dan proses kerja agar tetap kompetitif. Salah satu inovasi mereka adalah menciptakan menu yang bisa dinikmati dalam berbagai waktu seperti pagi, siang dan malam, yang terbukti sukses manarik pelanggan setia yang sering kembali dalam sehari.

Hal ini menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu harus rumit, tetapi bisa berawal dari pemahaman mendalam tentang kebutuhan dan kebiasaan pelanggan. Strategi Inovasi dalam penamaan menu juga berpengaruh. Karena, nama menu yang deskriptif dan imajinatif bisa merangsang imajinasi dan selera pelanggan. Sama seperti Bungo Jaya, mereka tidak hanya menjual Chicken Katsu, melainkan juga menjual menu lain seperti Ayam Vietnam.

Ayam Vietnam tersebut memiliki nama yang unik, sehingga membuat pelanggan menjadi penasaran dengan rasa dan bentuk dari ayam tersebut. Setelah mereka berinovasi dengan nama menunya, mereka memberikan rasa yang lezat sehingga pelanggan tidak kecewa dan ingin membelinya kembali.
Strategi Pemasaran Dari Mulut ke Mulut (Word-of-Mouth). Pemilik tidak menyebutkan strategi pemasaran formal. Namu, dengan menjaga kualitas dan rasa yang konsisten, mereka berhasil menciptakan pelanggan setia yang sering kembali. Pelanggan ini kemudian secara tidak langsung menjadi “promotor” terbaik bagi bisnis mereka, menyebarkan informasi dari mulut ke mulut. Maka dari itu sangat penting dalam menjaga kualitas produk agar pelanggan tetap setia dan tidak kecewa dengan produk kita.

Sebagai UMKM yang berlokasi di dekat lingkungan kampus Unand yaitu di Jl. Psr. Baru No.73, Cupak Tangah, Kec. Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat, Bungo Jaya memiliki keunggulan geografis.

Mereka memanfaatkan hal ini dengan menawarkan produk Chicken Katsu dengan harga yang sangat terjangkau. Hal ini sangat penting untuk menarik segmen pelajar dan mahasiswa yang sensitif terhadap harga.
Namun, harga murah tidak lantas mengorbankan kualitas. Bungo Jaya berhasil menjaga kualitas produknya tetap baik, menciptakan persepsi nilai yang tinggi di mata konsumen, produk enak dan berkualitas dengan harga yang ramah di kantong. Ini menjadi salah satu alasan utama mengapa pelanggan mau membeli kembali produk mereka.

Baca Juga  Polda Sumbar Resmikan Trauma Center RS Bhayangkara

​Bungo Jaya juga menerapkan inovasi promosi dengan memanfaatkan platform digital. Mereka memanfaatkan fitur promo di aplikasi pesan antar makanan (food delivery apps) untuk menarik lebih banyak pelanggan dan meningkatkan visibilitas merek.

Seperti setiap perjalanan bisnis, ada tantangan yang harus dihadapi. Pemilik mengungkapkan tantangan terbesar adalah manajemen waktu. Waktunya terpakai dari pagi hingga malam, menuntut stamina dan komitmen yang tinggi. Tantangan ini menjadi motivasi untuk terus berinovasi dalam hal proses kerja agar lebih efisien.

Meskipun tantangan yang dihadapi berat, kualitas produk tetap menjadi prioritas utama. respons pelanggan terhadap produk mereka sangat positif. Dari hasil wawancara pelanggan, Chicken Katsu memiliki rasa yang berbeda dari yang lain, katsunya renyah di luar tapi dagingnya lembut dan juicy di dalam. Bumbu-bumbunya pas di lidah, membuat banyak pelanggan ketagihan.

Beberapa pelanggan menyatakan merasa puas dengan kualitas dan rasa yang mereka jaga. Menurut Hulwa Naysila salah satu pelanggan Bungo Jaya mengatakan, Chicken Katsu Bungo Jaya ini tidak hanya menjual makanan enak, tetapi juga kenyamanan dan pengalaman yang membuat pelanggan selalu ingin kembali.
Hal ini menunjukkan bahwa dedikasi pada kualitas terbayar lunas.

Pelanggan tidak hanya datang sekali, tetapi menjadi pelanggan tetap yang menunjukkan kepercayaan pada produk mereka. Kesuksesan Chicken Katsu Bungo Jaya tidak hanya berkat produk yang lezat, tetapi juga karena pendirian yang di pegang teguh oleh pemiliknya. Ia percaya bahwa kunci utama dalam berbisnis adalah semangat,orisinalitas,dan optimisme.

Pesannya untuk para calon pengusaha sangatlah sederhana namun kuat: “Tetap semangat, menjadi diri sendiri, dan selalu optimis. Kisah UMKM Bungo Jaya adalah bukti bahwa keberhasilan tidak datang dari modal besar atau teknologi canggih, melainkan dari dedikasi,semangat dan kemampuan untuk berinovasi.

Dengan berbekal keahlian yang sudah ada, mereka berhasil menciptakan produk yang dicintai banyak orang dan membangun bisnis yang berkelanjutan. Kisah ini menjadi inspirasi bagi banyak orang, menunjukkan bahwa dengan semangat pantang menyerah, setiap orang dapat meraih kesuksesan, apapun latar belakangnya.

Inovasi mereka bukan hanya tentang menciptakan resep baru,tetapi juga tentang menemukan cara-cara baru untuk bertahan dan berkembang dalam menghadapi setiap tantangan.

Padang, 22 September 2025.